Breaking News

Tim Likuidasi Wanaartha Life Mulai Kerja, Bayar Klaim Nasabah hingga PHK Karyawan

Logo Wanaartha Life. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Tim Likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) sudah dibentuk. Meskipun mendapat penolakan dari sebagian nasabah Wanaartha Life (WAL), namun tim tetap bekerja sesuai arahan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tugas tim likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) tidak hanya menyelesaikan masalah antara perusahaan dan pemegang polisnya, tetapi juga menyelesaikan urusan perusahaan dengan karyawannya. 

Ketua tim likuidasi Wanaartha Life Harvardy Muhammad Iqbal mengatakan, tim likuidasi telah mengurus hal yang berkaitan dengan karyawan perusahaan asuransi Wanaartha Life, yakni urusan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Tim likuidasi sudah mengeluarkan surat PHK kepada karyawan (Wanaartha Life)," jelasnya, dikutip Selasa (24/1/2023).

Ia menjelaskan hal ini dilakukan sebagai bagian dari likuidasi perusahaan yang telah dicabut izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 Desember 2022 lalu. Dengan dikeluarkannya surat PHK tersebut, karyawan dapat langsung mengajukan haknya kepada tim likuidasi.

"Supaya karyawan bisa segera mengajukan tagihannya juga kepada tim likuidasi," imbuh dia. Di sisi lain, tim likuidasi juga terus mempercepat proses pembayaran manfaat kepada pemegang polis.

Harvardy menjabarkan, tim likuidasi akan melakukan inventaris aset yang dimiliki Wanaartha Life. Hal tersebut dilakukan secara pararel dengan penerimaan pengajuan tagihan dari pemegang polis.

Adapun sebenarnya pengajuan tagihan ini telah berjalan semenjak tanggal 11 Januari 2023. "Proses masih menerima pengajuan tagihan nasabah," ulasnya.

Ia menyebut, untuk sementara ini tim likuidasi fokus kepada penerimaan tagihan selama 2 bulan ke depan. "Setelah itu kami memverifikasi tagihan tersebut selama kurang lebih 1-2 bulan," imbuhnya.

Sembari menjalankan hal tersebut, tim likuidasi akan mencari aset yang bisa dicairkan dan dibagikan kepada pemegang polis. Tim Likuidasi PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau Wanaartha Life telah membuka pengajuan tagihan likuidasi terhitung sejak 11 Januari hingga 11 Maret 2023 mendatang.

Berkenaan dengan dengan tenggat waktu 2 bulan tersebut, sejumlah pemegang polis menyampaikan keberatan lantaran dokumen yang diminta tim likuidasi dinilai terlalu memberatkan. 

"Jangan sampai kita ini sudah kesusahan ditimpa kesusahan lagi dengan biaya (dan syarat) seperti itu. Jadi itu tolong dibicarakan, jangka waktunya seperti apa?," keluh Ricky salah satu pemegang polis saat menyampaikan usulannya kepada direksi nonaktif WAL, terpisah, Jumat (20/1/2023).

Di samping itu, sejumlah pemegang polis lainnya juga menyampaikan rasa keberatannya bila diminta tim likuidasi untuk menunjukkan atau bahkan memberikan polis asli. "Terus terang kita sebagai pemegang polis sudah tidak percaya kalau kami (harus) memberikan polis kami sebelum uang kami cair, karena ini sudah terlalu banyak drama," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, untuk dapat mencairkan klaim asuransi Wanaartha Life, tiap pemegang polis, tertanggung atau peserta diminta untuk menunjukkan sejumlah dokumen yang disyaratkan tim likuidasi. 

Seperti formulir pengajuan tagihan, polis asuransi, surat permintaan asuransi jiwa (SPAJ), dokumen pengajuan klaim asuransi dan bukti penerimaan, dokumen identitas, seluruh bukti pembayaran, dan sejumlah dokumen pendukung lainnya.

Sebelumnya, Direksi nonaktif Wanaartha menyampaikan bahwa hingga saat ini pemegang polis perusahaannya tercatat sebanyak 29 ribu. Adapun berdasarkan laporan teranyar, baru 72 pemegang polis yang telah melakukan pengajuhan tagihan.

Adapun direksi menjelaskan bahwa total kewajiban yang perlu dibayarkan kepada seluruh pemegang polis tersebut sebesar Rp15,95 triliun. Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur Wanaartha Life (Non-aktif) Adi Yulistanto meminta pemegang polis agar tidak melewatkan kesempatan tersebut.

"Berapapun yang diperoleh tentunya tetap bermanfaat bagi pemegang polis. Kalau ternyata masih kurang, tentunya tim likuidasi akan memaksimalkan sumber-sumber yang lain," ujarnya kepada media, dikutip Selasa (24/1/2023).

Adapun terkait kapan pastinya pencairan tersebut akan dilaksanakan, Adi belum dapat memberikan informasi lebih lanjut. Namun mengacu pada informasi yang dibagikan, tim likuidasi akan menyelesaikan proses pencairan pada kurun waktu 2 tahun.

"Memang bicara batas waktu dua tahun, tapi saya yakin tim likuidasi punya target untuk menyelesaikan lebih cepat," tuntasnya. (tim redaksi)

#timlikuidasiwanaarthalife
#kasusasuransi
#kasuswanaarthalife
#klaimpolisasuransi
#nasabahwanaarthalife
#proseapencairanklaimpolisasuransi
#OJK
#pengajuantagihan
#PHKkaryawanwanaarthalife

Tidak ada komentar