Breaking News

Terlalu Sering Minta Maaf, People Pleasure atau Gejala Penyakit Mental Sorry Syndrome?

Sorry syndrome. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kata maaf sering kali diucapkan dan disampaikan dalam hal-hal kecil. Bahkan ketika seseorang tak berbuat kesalahan apapun.

Sebagai contoh, ketika hendak meminjam pensil, kamu tak segan untuk berkata, "Maaf, apakah saya boleh meminjam pensil?" Di beberapa negara, frekuensi penyampaian kata maaf mungkin tidak sesering yang terjadi di Indonesia.

Namun, jika kata maaf yang keluar dari mulutmu terlalu sering, waspada, bisa jadi kamu terkena penyakit mental sorry syndrome. Sorry syndrome adalah penyakit mental yang membuat seseorang seperti memiliki keharusan untuk meminta maaf atas hal-hal yang bahkan berada di luar kendali diri sendiri. 

Dengan kata lain, kamu bisa mengatakan kata maaf meskipun tidak bersalah. Dilansir dari The News, Jumat (13/1/2023), seseorang yang kerap meminta maaf akan mengembangkan sorry syndrome karena cenderung merasa bahwa dirinya sendiri adalah penghalang, beban, dan gangguan, sehingga membuatnya perlu sering-sering meminta maaf. 

Ungkapan kata maaf juga sering dilakukan untuk mencari penerimaan. Banyak permintaan maaf yang berlebihan dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan dan pengaruh sosial.

Jenis kelamin juga memainkan peran mengapa beberapa orang mengembangkan sorry syndrome. Wanita dilaporkan lebih mungkin mengalami sorry syndrome daripada pria. 

Hal itu bermuara pada perbedaan tumbuh kembang anak laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki biasanya didorong untuk menunjukkan kemandirian dan dihargai serta percaya diri. 

Sedangkan anak perempuan cenderung memiliki harapan sosial tambahan yang ditempatkan pada mereka, seperti percaya diri tapi tidak sombong.

Gejala Sorry Syndrome

Masih dari sumber yang sama, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kamu mengalami sorry syndrome, yaitu: 

1.  Kamu meminta maaf untuk hal-hal yang tidak dapat dikendalikan;

2. Kamu meminta maaf atas tindakan orang lain meminta maaf atas interaksi normal sehari-hari, misalnya berlari melewati seseorang yang duduk di sekitarmu; 

3. Kamu meminta maaf kepada benda mati;

4. Kamu meminta maaf untuk hal-hal yang menurut kamu tidak salah;

5. Kamu meminta maaf ketika mencoba untuk bersikap tegas.

Penyebab Sorry Syndrome

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari sindrom ini. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa di antaranya.

1. Tidak Percaya Diri

Tidak sedikit yang mengatakan bahwa salah satu penyebab dari sindrom ini adalah rasa tidak percaya diri yang sangat tinggi. Seorang cenderung mengucilkan diri sendiri sehingga merasa dirinya yang melakukan kesalahan tersebut.

2. Merasa Tidak Beruntung

Penyebab kedua adalah banyak orang yang percaya bahwa dirinya membawa ketidakberuntungan. Hal ini membuat mereka merasa menjadi penyebab berbagai masalah sehingga muncul sorry syndrome yang muncul.

3. Tidak Ingin Orang Merasa Buruk

Rasa tidak ingin membuat orang lain merasa buruk juga jadi salah satu pemicu sorry syndrome. Seorang yang mengidap sindrom ini tidak ingin orang lain merasa bahwa kesalahan yang ada adalah kesalahan orang tersebut. Sehingga meminta maaf untuk membuatnya merasa lebih nyaman.

Efek Negatif Sorry Syndrome

Ketika kita meminta maaf secara berlebihan, hal itu juga bisa menjadi bumerang. Inilah kerugian yang mungkin ditimbulkan jika kita minta maaf secara berlebihan:

1. Membuat orang lain lelah dan bahkan mengganggu sebagian orang;

2. Orang-orang menjadi kehilangan rasa hormat dan mungkin memperlakukan kita dengan buruk;

3. Terlalu sering minta maaf dapat mengurangi efektivitas dan orang lain mungkin tidak menganggap permintaan maaf kita tulus;

4. Menunjukkan kemunafikan tertentu karena mungkin kita mengatakan dan melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dimaksudkan;

5. Meminta maaf berlebihan dapat menurunkan harga diri sendiri. (tim redaksi)

#sorrysyndrome
#mintamaafberlebihan
#penyebabsorrysyndrome
#gejalasorrysyndrome
#kesehatanmental

Tidak ada komentar