Breaking News

Terlalu Lama Terpapar Polusi Udara, Ketua PDPI: Bisa Sebabkan Pneumonia hingga Kanker Paru

Ilustrasi polusi udara akibat PLTU yang berbahaya bagi manusia. Foto: net

WELFARE.id-Polusi udara menjadi momok nomor satu bagi kesehatan. Karena udara jadi salah satu yang vital untuk manusia bernapas. Jadi jika udara terpapar polusi maka akan mengganggu kesehatan.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto, mengungkapkan paparan polusi udara dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan.

"Polusi udara itu sebagian besar memang di luar ruangan. Namun demikian juga seringkali terjadi di dalam ruangan, seperti dampak memasak, emisi alat elektronik, hingga asap rokok," terangnya dalam media briefing bertema "Polusi Udara dan Dampaknya pada Kesehatan", Kamis (19/1/2023).

Dia juga menjelaskan dua penyebab polusi udara, yakni polusi udara secara alami seperti letusan gunung berapi, kebakaran hutan, hingga sumber air panas. 

Sedangkan polusi udara lain biasanya disebabkan oleh kegiatan manusia, misalnya di luar ruangan disebabkan oleh debu, emisi kendaraan berbahan bakar fosil, industri, dan pembakaran sampah.

Selanjutnya, polusi udara di dalam ruangan biasanya disebabkan oleh kegiatan memasak menggunakan bahan bakar minyak, asap rokok di dalam rumah, hingga emisi yang ditimbulkan sejumlah alat elektronik rumah tangga.

"Dampak polusi jangka pendek itu iritasi dan infeksi saluran pernapasan. Dalam jangka waktu lama kemudian menyebabkan seperti asma, kerusakan saraf, dan kanker," ujar Ketua Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ini juga.

Dia juga mengatakan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2022 sebanyak 7 juta kematian prematur setiap tahun di dunia disebabkan polusi udara. 

Adapun dari jumlah tersebut, kematian akibat peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi (pneumonia) sebesar 21 persen, stroke 20 persen, jantung koroner 34 persen, penyakit paru kronis 19 persen, dan kanker paru 7 persen.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat terus menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari dampak buruk polusi udara, misalnya dengan menjaga kebersihan di dalam rumah.

Lalu, penggunaan kendaraan yang minim emisi karbon seperti kendaraan listrik, dan menggunakan masker di lokasi yang tinggi polusi.

"Karena banyak yang hidup sehat tetapi akhirnya mengidap penyakit, ternyata disebabkan oleh polusi. Ini yang biasanya tidak disadari," tandasnya. (tim redaksi)


#kesehatan
#polusiudara
#dampakkesehatan
#penyebabpenyakit
#pneumonia
#stroke 
#parukronis
#perhimpunandokterspesialisparu

Tidak ada komentar