Breaking News

Tergiur Program Haji Furoda, 45 Orang Tertipu Travel Haji Bodong dengan Total Kerugian Rp4,6 Miliar

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membongkar kasus penipuan program haji furoda. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membongkar kasus penipuan modus pemberangkatan jemaah haji dan umrah yang dilakukan perusahaan biro perjalanan. Satu orang Direktur Utama (Dirut) PT Alfatih Indonesia berinisial MRY ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. 

Tersangka diduga melakukan penipuan terhadap 45 orang dalam program haji furoda dan berhasil meraup keuntungan Rp4,6 miliar. Modusnya, tersangka menawarkan jasa pemberangkatan haji furoda (undangan dari kerajaan Arab Saudi), kemudian membuat dokumen keberangkatan palsu dengan visa di Malaysia.

Pengungkapan kasus ini bermula saat sejumlah korban melapor ke Polda Jabar pada Juli 2021 lalu. "Pada saat itu korban sudah berangkat dan sampai ke tanah suci, akan tetapi pada saat sampai di sana ternyata secara dokumentasi dinyatakan tidak sah,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Arif Rachman di Mapolda Jabar, dikutip Kamis (5/1/2023).

"RMY melakukan pendaftaran visa sebanyak 45 jemaah sebagai persyaratan haji furoda melalui aplikasi visa dari negara Malaysia, karena pendaftaran visa Indonesia sudah habis. Tersangka mengubah visa kewarganegaraan yang awalnya Malaysia menjadi Indonesia dengan tujuan awal turis menjadi haji,” tuturnya.

Masing-masing korban, lanjutnya, membayar kepada perusahaan tersangka di kisaran Rp250 juta. Total kerugian yang dialami puluhan jemaah tersebut mencapai miliaran rupiah. 

Perusahaan travel haji tersebut tidak berizin dan tidak terdaftar sebagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIKH) dari Kementerian Agama (Kemenag). Tersangka mencari korban melalui sejumlah pengajian.

Para korban diiming-imingi perjalanan kelas VIP dengan jaminan kenyamanan. Sebelum ada laporan polisi, tersangka sempat mencoba menerbangkan pada Juni, namun terkendala. 

Hingga akhirnya berhasil memberangkatkan mereka, meski di bandara, para jamaah harus dideportasi. Uang dari para korban pun tak kunjung dikembalikan.

"RMY meyakinkan calon jemaah haji untuk menginformasikan dia akan memberikan fasilitas VIP, manasik haji tiga kali sampai ada yang tertarik. Totalnya 40 orang lebih,” jelasnya.

Akibat perbuatannya itu, penyidik menerapkan Undang-undang (UU) No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Tersangka terancam pidana kurungan penjara hingga 6 tahun. (tim redaksi)

#penipuanjemaahhaji
#programhajifuroda
#ibadahhajidanumrah
#travelhajidanumrah
#penipuan
#ditreskrimsuspoldajabar
#korbanpenipuan

Tidak ada komentar