Breaking News

Tergiur Jadi TKI di Australia, 32 Warga Jombang Ditipu Calo

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id– Tergiur untuk bekerja di Australia, 32 warga Jombang ditipu seorang calo Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI). Para korban tertipu setelah membayar sejumlah uang untuk biaya keberangkatan kepada pelaku bernama Ismu Asih warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur. Akibat penipuan itu, puluhan korban tersebut menderita kerugian hingga Rp1,3 miliar.  

Salah satu korban, Kacung, warga Desa Kedung Mentawar, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan mengaku dirinya telah mengirimkan uang Rp65 juta untuk pengurusan administrasi dan persyaratan berangkat kerja ke Australia sejak 6 bulan lalu. Namun, sampai hari ini, boro-boro berangkat ke negeri kangguru, kejelasannya pun tidak ada. "Awalnya saya membayar Rp20 juta, kemudian saya tambah lagi Rp45 juta, totalnya Rp65 juta," katanya dikutip Rabu (4/1/2023). 

Kacung mengaku tergiur dengan rayuan Ismu karena saat menawarkan pekerjaan ke Australia dijanjikan gaji yang fantastis. Bahkan, untuk meyakinkan para korban, pelaku juga membuat dokumen persyaratan palsu yang tertulis dari Kedutaan Besar Australia beserta dokumen jadwal keberangkatan pesawat ke Australia. "Dokumen yang diberikan pelaku dan saya pegang ini pun juga belum jelas. Bahkan, sempat saya cek ternyata tidak terdaftar. Saya dijanjikan gaji Rp50 juta sampai Rp60 juta per bulan," ungkapnya. 

Muhammad Taufiqi, warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang menambahkan selain membuat dokumen palsu, pelaku juga membuat paspor dan visa palsu yang kemudian dikirimkan ke para korban dalam bentuk foto melalui grup Whatsapp. 

Sementara paspor dalam bentuk fisik maupun visa tidak kunjung diberikan dengan dalih alasan keamanan dan kerahasiaan. "Kalau resmi kenapa dirahasiakan," katanya. 

Menurut Taufiqi, untuk paspor diakui resmi dari imigrasi, namun untuk visa dan kode booking pesawat keberangkatan ke Australia masih belum jelas. "Saat saya cek di layanan aplikasi visa dan booking pesawat, ternyata tidak muncul kode yang ada di foto yang dikirimkan pelaku," ucapnya. 

Bahkan, saat ditanya beberapa kali jadwal keberangkatan ke Australia, pelaku selalu berdalih dengan berbagai alasan. Bahkan, pelaku kini melarikan diri dari rumahnya. 

Merasa ditipu, 32 korban langsung melaporkan kasus ini ke aparat Kepolisian Polres Jombang. Dari nominal uang yang diberikan korban kepada pelaku, total nilai mencapai miliaran rupiah. "Kita sudah melaporkan ke polisi. Semoga pelakunya segera ditangkap," tukasnya. 

Menerima laporan tersebut, Polres Jombang pun langsung menindaklanjuti. "Kami sudah menerima laporan kasus tersebut, yang melapor tiga orang. Selanjutnya, kita lalukan pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk akan kita lakukan gelar perkara,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha. (tim redaksi) 

#penipuantki
#calotki
#wargajombangditipu
#polresjombang
#bekerjadiaustralia

Tidak ada komentar