Breaking News

Terdampak Longsor dan Pergerakan Tanah, 50 Rumah di Lebak Rusak

Gedung sekolah PAUD di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang ambruk karena longsor belum lama ini. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Selain banjir yang melanda Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sejak awal tahun 2023 karena dua sungai meluap ternyata bencana longsor dan pergerakan tanah juga terjadi di wilayah tersebut.

Sebanyak 50 rumah di sejumlah kecamatan  terdampak longsor dan pergerakan tanah setelah terjadi hujan lebat pada Selasa dinihari (3/1/2023) hingga pagi.

"Kami minta masyarakat agar mewaspadai curah hujan tinggi yang terjadi sejak awal 2022 hingga 2023 ini," terang Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Agus Reza Faisal, Rabu (4/1/2023).

Rumah yang terdampak longsor itu dengan rincian 15 unit tersebar di Kecamatan Muncang, Leuwidamardan Cimarga. Sedangkan rumah yang terdampak pergerakan tanah sebanyak 35 unit di Kecamatan Bojongmanik Cileles dan Muncang.

Petugas kebencanaan dari BPBD dan relawan siaga bencana tingkat kecamatan masih melakukan pendataan di lokasi yang terdampak longsor dan pergerakan tanah. 

Namun, katanya juga, sejauh ini bencana longsor dan pergerakan tanah tersebut tidak menimbulkan korban jiwa ataupun luka-luka. "Kami belum bisa memastikan kerugian material akibat dampak bencana alam itu," paparnya.

Menurutnya juga, longsor dan pergerakan tanah juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur jalan poros desa dan jalan kabupaten. 

Di antaranya, jalan poros desa di Kecamatan Leuwidamar ambles dengan panjang 5 meter lebar 2 meter dan jalan kabupaten menghubungkan Rangkasbitung-Leuwidamar ambles dengan panjang longsoran 40 meter lebar dan 5 meter juga di Parahiang ambles dengan dimensi panjang 30 meter lebar 5 meter.
 
"Kami belum bisa memastikan kerugian material akibat dampak bencana alam itu," katanya. 

Begitu juga jalan raya Muncang-Leuwidamar ambles dimensi panjang 40 meter lebar 5 meter dan Jalan Rangkasbitung -Cimarga ambles, yang mengakibatkan arus lalu lintas dialihkan melalui Aweh Cikapek.

"Cuaca buruk yang menimbulkan bencana alam diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan karena curah hujan cukup tinggi," lanjutnya juga.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku kondisi rumahnya mengalami kerusakan parah akibat longsor yang menerjang Selasa (3/1/2023) pagi dan hampir roboh. 

”Karena rumah roboh, kami saat ini tinggal bersama saudara di tempat yang aman. Entah sampai kapan kami tinggal menumpang karena kondisi cuaca buruk masih berlangsung," ungkap Sukatma, 55, warga Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. (tim redaksi)

#bencanaalam
#cuacaburuk
#kabupatenlebak
#provinsibanten
#longsor
#pergerakantanah
#bpbdlebak

Tidak ada komentar