Breaking News

Tahun ini, Tren Wisata Spontan Kian Digemari

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Biasanya, sesuatu yang muncul dadakan justru lebih lebih mudah terlaksana dibandingkan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Demikian pula dengan rencana ke suatu tempat, sudah jauh-jauh hari berencana ke suatu tempat namun begitu mendekati hari H justru tidak jadi. Sedangkan saat tak ada rencana, tiba-tiba kita sudah menenteng bawaan untuk healing ke suatu tempat. Nah, tren wisata spontan, atau impulsif tourism diprediksi kian digemari tahun 2023. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, tren wisata spontan semakin meningkat pada tahun 2023 ini. 

Tren berwisata mendadak ini, lanjutnya, bisa mempercepat pencapaian target 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di tahun 2023 dengan nilai kontribusi PDB pariwisata di atas 4 persen. 

wisata spontan dipengaruhi adaanya pelonggaran aturan PPKM yang kita juga telah resmi dicabut, dan kemudahan perjalanan dalam negeri (PPDN) maupun perjalanan luar negeri (PPLN), sehingga seseorang bisa memutuskan melakukan perjalanan wisata sewaktu-waktu atau secara spontan. “Wisata spontan atau biasa yang dikenal wisata yang instan ini semakin terpicu dengan pelonggaran aturan PPKM," ujarnya dikutip Rabu (18/1/2023). 

Wisata spontan merupakan konsep berwisata yang tidak direncanakan. Wisatawan bisa secara mendadak berpikir untuk traveling pada sore hari, lalu memutuskan berangkat pada pagi hari selanjutnya. 

Tren perjalanan wisata secara spontan mampu memberikan kontribusi cukup besar dalam mendorong pergerakan wisata nusantara. Karena itu, Sandiaga meminta agar ketersediaan kursi transportasi seperti pesawat dan kereta harus ditingkatkan untuk mengakomodasi orang yang suka melakukan wisata spontan. 

Dia mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Kemenhub dan berbagai pihak terkait penambahan ketersediaan kursi baik dari luar maupun dalam negeri. Serta penambahan kapasitas transportasi darat dan laut. 

Menurut Sandiaga, berdasarkan penjelasan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pemulihan tingkat penerbangan dalam negeri sudah mencapai 71 persen sementara jumlah demand-nya belum maksimal, masih 40 persen sampai 50 persen. Sedangkan penerbangan dari dan keluar negeri mencapai 33 persen sepanjang pemulihan pandemi. 

Desa wisata diharapkan dapat menjadi destinasi utama para wisatawan spontan. Mengingat selama libur natal dan tahun baru, desa wisata menjadi pilihan banyak wisatawan. 

Seperti Desa Wisata Tinalah di Kabupaten Kulonprogo, DIY, terdapat peningkatan jumlah wisatawan dari 3.300 wisatawan pada tahun 2021 menjadi 6.000 wisatawan sepanjang tahun 2022. 

Di Desa Wisata Sembungan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terdapat peningkatan jumlah wisatawan dari 105.000 wisatawan pada tahun 2021 menjadi 140.000 wisatawan sepanjang tahun 2022. 

Kunjungan wisatawan pada masa libur Natal dan Tahun Baru mencapai 5.500 wisatawan. Pemasukan dari penjualan UMKM turut mengalami kenaikan sebanyak 40 persen dari sebelumnya. 

Di Desa Wisata Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, terdapat peningkatan jumlah wisatawan dari 92.000 wisatawan pada tahun 2021 menjadi 99.000 wisatawan sepanjang tahun 2022. Pemasukan turut mengalami kenaikan hingga 100 persen dari sebelumnya. 

Desa Wisata Tondok Bakaru di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, sepanjang tahun 2022 terdapat 11.000 wisatawan, dimana puncaknya adalah pada masa nataru yang mencapai 10.000 wisatawan. 

Sandiaga mengatakan wisata spontan ini akan banyak dipengaruhi oleh promosi pariwisata, sehingga jika nanti ada orang yang cuci tangan melihat ada produk langsung tertarik untuk berwisata. "Melihat schedule kosong cus berangkat, kalau ada meeting ubah meeting-nya jadi virtual meeting,” pungkasnya. (tim redaksi) 

#destinasi
#wisata
#healing
#impulsiftourism
#wisataspontan
#desawisata

Tidak ada komentar