Breaking News

Sri Mulyani Atur Strategi, Racik APBN 2023 untuk Tangkal Resesi

APBN 2023. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Tahun ini penuh tantangan. Resesi global menghantui perekonomian Indonesia. Apalagi, IMF dan Bank Dunia meramal, sepertiga dunia atau sebanyak 43 persen negara bakal jatuh ke dalam resesi tahun ini. 

Agar RI tak sampai jatuh ke jurang resesi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan instruksi kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk tetap waspada namun tetap optimistis.

"Tantangan 2023, tadi instruksi dari bapak Presiden, kita harus waspada tapi optimis," ujar Sri Mulyani di Istana Presiden, dikutip Rabu (18/1/2023). Dia mengatakan, optimistis tersebut berasal dari pencapaian Indonesia yang membanggakan pada 2022. 

"Sepertiga dunia akan mengalami resesi atau 43% negara akan mengalami resesi menurut proyeksi IMF," tegasnya. Oleh karena itu, pemerintah harus terus menjaga momentum pemulihan Indonesia.

Salah satunya adalah dengan memprioritaskan belanja guna menghadapi berbagai tantangan ekonomi global untuk tahun ini. Mulai dari anggaran infrastruktur hingga ketahanan pangan.

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk tetap menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan sejumlah strategi. Pertama, menjaga ketahanan dan stabilitas pangan.

"Pertama, untuk belanja-belanja tahun 2023, terutama, satu, belanja untuk ketahanan pangan Rp104,2 triliun harus bisa menjaga pertahanan dan stabilitas pangan,” ucapnya. Sementara itu, belanja pada sektor perlindungan sosial dianggarkan sebesar Rp476 triliun dalam APBN tahun 2023. 

Nominal tersebut hampir setara dengan apa yang dibelanjakan pemerintah pada sektor yang sama tahun 2022 yang berfungsi untuk melindungi masyarakat dari guncangan ekonomi. 

"Ketahanan energi Rp341 triliun itu untuk menjaga agar guncangan yang terjadi di sektor energi dan tentu produksi energi dan ketahanan energi kita bisa berjalan. Infrastruktur tahun ini Rp392 triliun tetap akan dijaga,” rincinya.

Sementara belanja untuk kesehatan, alokasi anggaran sebesar Rp178 triliun diarahkan untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan. Itu adalah untuk non-COVID-19 sehingga memang akan meningkat untuk belanja non-COVID-19. 

"Pendidikan Rp612 triliun, itu juga termasuk belanja yang sangat tinggi,” imbuhnya. Pada APBN 2023, lanjutnya, pemerintah juga menganggarkan Rp21,86 triliun untuk tahapan pemilihan umum (pemilu). 

Selain itu, Rp23,9 triliun juga disiapkan untuk belanja dalam rangka mempersiapkan Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama untuk infrastrukturnya sebesar Rp21 triliun. 

"Itulah belanja yang penting di tahun 2023 yang sangat diharapkan bisa menjaga perekonomian Indonesia dari guncangan-guncangan yang terjadi disisi global baik dari kenaikan harga, inflasi, maupun pelemahan ekonomi dari negara-negara lain," tuntasnya. (tim redaksi)

#APBN2023
#ekonomiglobal
#resesiekonomi
#belanjanegara
#menkeusrimulyani
#strategihadapiresesi
#IMF
#bankdunia

Tidak ada komentar