Breaking News

Sektor Perbankan dan Keuangan Bawa Kabar Buruk di Awal Tahun, 9.000 Bankir Credit Suisse Terancam Jobless!

Kantor pusat Bank Credit Suisse di Genewa, Swiss. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Gelombang "tsunami" PHK kini melanda sektor keuangan dan perbankan dunia. Setidaknya tercatat ada enam bank besar dan satu manajer keuangan yang telah dan akan melakukan pemecatan besar-besaran kepada karyawannya sejak akhir 2022 dan sekarang.

Bank asal Swiss, Credit Suisse misalnya, berencana memangkas 9.000 pekerjaan pada 2025 saat perombakan besar-besaran untuk menstabilkan bank. Melansir CNA, Rabu (18/1/2023), pemangkasan itu dilakukan demi mengembalikan kondisi bank yang terjebak pada kerugian besar pada kuartal III 2022, termasuk pembenahan unit perbankan investasinya, dan meningkatkan modal baru.

Bank terbesar kedua di Swiss itu meluncurkan tinjauan strategis untuk mengakhiri serangkaian skandal yang mengguncang lembaga tersebut. Rencana baru itu dimaksudkan untuk menciptakan bank yang lebih sederhana, lebih fokus, dan lebih stabil

"Selama 166 tahun, Credit Suisse telah membangun waralaba yang kuat dan dihormati, tetapi kami menyadari bahwa dalam beberapa tahun terakhir kami menjadi tidak fokus," kata ketua Axel Lehmann dalam sebuah pernyataan. 

Ia menambahkan, penilaian ulang arah bank termasuk strategi radikal dan rencana eksekusi yang jelas untuk menciptakan bank yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih efisien dengan fondasi yang kuat, fokus pada klien, dan kebutuhan mereka.

Adapun bank tersebut akan meningkatkan modal senilai 4 miliar franc Swiss melalui penerbitan saham baru kepada investor yang memenuhi syarat. Termasuk Saudi National Bank, yang telah berkomitmen untuk berinvestasi hingga 1,5 miliar franc Swiss untuk mencapai kepemilikan saham hingga 9,9 persen.

Selain Bank Credit Suisse, merangkum berbagai sumber, Rabu (18/1/2023), berikut sektor keuangan dan perbankan yang melakukan efisiensi besar-besaran di awal tahun ini:

1. BlackRock

Manajer aset terbesar di dunia, menjadi perusahaan keuangan terbaru yang memangkas sekitar 500 pekerjaan. Adapun, BlackRock telah melakukan perekrutan besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang juru bicara BlackRock mengatakan kepada CNN, bahwa jumlah PHK itu kurang dari 3% dari tenaga kerja perusahaan. Kepada MarketWatch, juru bicara perusahaan menyatakan belum melakukan PHK besar-besaran sejak 2019 dan telah meningkatkan jumlah karyawannya sekitar 22% selama tiga tahun terakhir.

"PHK kali ini terjadi saat pihaknya menghadapi lingkungan pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

2. Morgan Stanley

Sebelumnya, pada awal Desember 2022, Morgan Stanley juga mengungkapkan akan melakukan PHK. Mengutip Straits Times, ini akan berdampak ke sekitar 2% dari tenaga kerjanya, kira-kira 1.600 orang.

Namun PHK tersebut dianggap tak terlalu signifikan. Perusahaan tetap akan menyisakan tenaga kerja hampir 20.000 orang, lebih banyak daripada sebelum pandemi COVID-19 dimulai.

3. Citigroup

Citigroup sendiri dilaporkan akan menghentikan masa kerja sekitar 50 pekerjanya. Hal itu juga diungkap sumber yang mengetahui keputusan PHK bank investasi yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS) tersebut.

Menurut laporan Bloomberg, Citigroup juga akan memangkas lusinan peran lain di perbankan di tengah aktivitas penerbitan ekuitas dan utang yang merosot. Namun belum ada angka pastinya.

4. Goldman Sachs

Goldman Sachs berencana untuk memangkas 3.200 pekerjaan. Pengumuman paling cepat dilakukan pekan ini.

Seorang sumber yang dekat dengan masalah ini mengatakan 3.200 adalah angka maksimal. Ini kurang dari angka 4.000 yang dilaporkan sebelumnya, sebagaimana dimuat AFP.

PHK yang direncanakan datang karena Goldman Sachs dan bank investasi lainnya telah melihat penurunan besar dalam biaya terkait dengan penawaran umum perdana (IPO). Hal itu menggambarkan prospek mendung untuk merger dan akuisisi pada 2023 karena ketidakpastian ekonomi.

Goldman Sachs biasanya memang memangkas sekitar 1% hingga 5% jumlah karyawan setiap tahun. Staf yang berkinerja buruk menjadi target.

5. Barclays

Pada November 2022, Barclays yang berbasis di London memangkas sekitar 200 posisi di perbankan dan meja perdagangannya. Hal ini diutarakan seorang sumber merujuk "ritual industri bank yang telah kembali" dengan menargetkan pekerja yang dianggap berkinerja buruk.

6. Deutsche Bank

Bank terbesar di Jerman, Deutsche Bank, berencana memisahkan lusinan staf dari daftar gajinya. Melansir Forbes, langkah ini akan berdampak pada tim originasi dan penasehat bank investasi, yang mempengaruhi sebagian besar bankir junior. (tim redaksi)

#perbankan
#keuangan
#manajerkeuangan
#bankcreditsuisse
#PHK
#resesiglobal
#perlambatanekonomi
#bankir

Tidak ada komentar