Breaking News

Sejak 2019, Populasi Warga Korea Selatan terus Mengalami Penyusutan

Populasi lansia di Korea Selatan meningkat. Foto: net

WELFARE.id-Penyusutan populasi warga Korea Selatan (Korsel) terus terjadi. Bahkan, berdasarkan data pemerintah sepanjang 2022 yang diterbitkan Minggu (15/1/2023), penurunan populasi terjadi 0,39 persen. 

Penurunan ini terjadi selama tiga tahun berturut-turut atau sejak 2019 lalu yang mengakibatkan jumlah single person household atau jumlah orang yang tinggal sendiri mendekati 10 juta orang.

"Populasi terdaftar negara mencapai 51.439.038 pada 31 Desember 2022, dan turun 0,39 persen dari tahun sebelumnya," terang Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korsel dikutip kantor berita Yonhap News Agency, Senin (16/1/2023).

Data itu menyebutkan kalau orang yang tinggal sendiri meningkat menjadi 9.724.256. Angka ini merupakan 41 persen dari total 23.705.814 rumah tangga di yang ada di Negeri Ginseng tersebut.

"Dikombinasikan dengan rumah tangga yang terdiri dari dua orang, kedua kelompok tersebut mencapai 65,2 persen dari total populasi," tulis juga data resmi Pemerintah  Korsel. 

Dengan jumlah itu maka angka orang pada setiap rumah tangga mencapai rekor terendah 2,17 persen. 

Berdasarkan jenis kelamin, populasi laki-laki menyusut selama empat tahun berturut-turut menjadi 25.636.951 sementara populasi perempuan turun selama dua tahun berturut-turut menjadi 25.802.087.

Berdasarkan usia, orang berusia 50-an menduduki porsi terbesar dengan 16,7 persen. Sementara orang berusia 65 tahun ke atas terdeteksi 18 persen dari populasi.

Kosel diperkirakan akan menjadi masyarakat super-lansia pada 2025. Ini berarti proporsi mereka yang berusia 65 tahun ke atas akan mencapai 20 persen dari total populasi. 

Negara ini menjadi masyarakat lanjut usia pada 2027, karena proporsi orang tersebut melebihi 14 persen.
Dari 17 kota dan provinsi Korea, hanya lima yang melaporkan peningkatan populasi tahun lalu. 

Wilayah itu di antaranya Incheon, Provinsi Gyeonggi, Sejong, Pulau Jeju, dan Provinsi Chungcheong Selatan, sedangkan daerah lainnya tidak terjadi peningkatan populasi. 

Untuk diketahui, pada tahun 2021 lalu negara yang dipimpin Presiden Yoon Suk-yeol ini melaporkan penurunan total populasi dari tahun ke tahun untuk pertama kalinya dalam sejarah negara itu. (tim redaksi)


#koreaselatan
#penurunanpopulasi
#pemerintahkorsel
#oranghidupsendiri
#lansia
#lanjutusia
#usiaproduktif

Tidak ada komentar