Breaking News

Raden Indrajana, Bos Pelaku KDRT Anak Akhirnya Ditahan

Potongan video KDRT ayah terhadap anak 

WELFARE.id-Raden Indrajana Sofiandi (RIS) mantan petinggi OVO akhirnya ditahan. Dia ditahan atas kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap kedua anaknya. 

Sebagaimana diketahui, Raden Indrajana telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan KDRT terhadap dua anaknya yang dilaporkan mantan istrinya, KEY. Raden Indrajana mengaku bingung terkait penetapan tersangka dirinya. "Kalau jujur, agak membingungkan, karena bukti yang digunakan adalah bukti-bukti lama dan saya punya bukti banyak bahwa sebetulnya sudah damai dan baik-baik saja," kata Raden Indrajana, Selasa (24/1/2023) 

Menurut Indrajana, bukti-bukti yang disampaikan oleh KEY ke polisi adalah bukti lama. Menurutnya pula, saat itu mereka sudah berbaikan. "Video 2022 juga dibuat sebelum video keluarga makan malam bersama dan sudah berbaikan," sambungnya. 

Indrajana menduga polisi sedang berada di bawah tekanan publik dalam menangani kasus tersebut. Sebab, menurut dia, video-video terkait dirinya sudah viral. "Saya merasa polisi di bawah tekanan publik. Tekanan publik karena video-video viral yang dimunculkan oleh pelapor," imbuhnya. 

Polres Metro Jakarta Selatan sempat memanggil Indrajana untuk menjalani pemeriksaan. Indrajana pun berulangkali mangkir dari panggilan. Polisi pun sempat mengancam bakal menjemput paksa Indrajana jika mangkir terus. "Sudah ditahan dia (Indrajana)," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi. 

Nurma mengatakan, Indrajana ditahan seusai pemeriksaan setelah sebelumnya sempat mangkir. "Dia sudah ditahan setelah dilakukan pemeriksaan," ujarnya. 

Nurma belum merinci sejak kapan dan hingga kapan penahanan tersebut dilakukan. Pihaknya akan segera menggelar jumpa pers terkait perkara tersebut. Namun penahanan ini dilakukan setelah Indrajana beberapa kali absen pemeriksaan polisi dengan alasan sakit. 

Raden Indrajana dipersangkakan dengan Pasal 76 C tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara 3 tahun 6 bulan. (tim redaksi) 

#kdrt
#bapakaniayaanak
#kekerasandalamrumahtangga
#polresjaksel
#perlindungananak

Tidak ada komentar