Breaking News

PPKM Dicabut, Pasien COVID Tetap Bisa Keluar Rumah, Ini Ketentuannya!

Ilustrasi (net) 

WELFARE id-Presiden Joko Widodo resmi mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Jumat, (30/12/2022). 

Lantas bagaimana peraturan tentang protokol kesehatan COVID-19? Salah satunya tentang perlakuan terhadap pasien COVID-19. Mengenai hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan membolehkan orang positif COVID-19 untuk beraktivitas di luar rumah, asalkan, tetap mengenakan masker. 

Budi mengatakan, ke depannya, orang yang positif COVID-19 diimbau untuk melapor lewat aplikasi PeduliLindungi, tetapi ia tidak akan diberi status hitam sehingga tetap bisa mengakses tempat publik. "Kalau lapor, PeduliLindunginya nggak dihitamkan. Jadi bukan berarti dia nggak boleh ke mana-mana tapi kalau dia positif dia tahu, dia pakai masker supaya jangan menularkan orang lain," katanya dikutip Selasa (3/1/2023). 

Budi mengatakan, dengan dicabutnya PPKM, warga yang mengalami gejala COVID-19 tetap mesti melakukan tes antigen atau PCR. Masyarakat yang positif COVID-19 juga tetap diimbau untuk berada di rumah atau stay at home agar tidak menulari orang lain. 

Namun demikian, pemerintah kini tidak melarang pasien COVID-19 untuk bepergian ke luar rumah selama mengenakan masker. 

Sebab, menurut Budi, masyarakat saat ini sudah lebih paham bahwa ketika positif Covid-19 maka orang tersebut dapat menulari orang lain sehingga harus menggunakan masker. "Kalau benar-benar mesti kerja, ya kita nggak ngelarang juga, tapi sebaiknya karena tahu ini bisa menularkan orang lain, jangan buka masker, pakai masker terus kecuali memang bener di tempat yang sendiri," tandasnya. 

Ia menambahkan, pemerintah juga tidak lagi mewajibkan masyarakat untuk melakukan tes antigen atau PCR meski warga harus sadar melakukan tes bila mengalami gejala COVID-19. "Kita akan mengembalikan atau meningkatkan partisipasi masyarakat untuk tes PCR atau tes antigen mirip dengan dia cek suhu kalau demam ini cek antigen atau PCR kalau dia merasa kemungkinan sakit," tambahnya. 

Terpisah, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tetap mewajibkan vaksin dosis ketiga (booster) sebagai syarat perjalanan jarak jauh meski PPKM dicabut. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pihaknya belum mencabut aturan mengenai syarat perjalanan yang tertuang dalam SE Nomor 24 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri dalam Masa Pandemi COVID-19. 

Adapun pencabutan PPKM tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2022, yang menggantikan atau mencabut Inmendagri Nomor 50 Tahun 2022 dan Nomor 51 Tahun 2022. "Pada saat ini baru peraturan tentang PPKM yang dicabut (Inmendagri 50/2022 dan 51/2022) dan digantikan dengan Inmendagri No 53/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid 19 pada masa Transisi Menuju Endemi," katanya. 

Wiku mengungkapkan, vaksin booster sebagai syarat perjalanan mengikuti peraturan yang berlaku saat ini. Oleh karenanya, Wiku meminta masyarakat melaksanakan kebijakan ini dengan baik. Begitu pula meminta masyarakat tetap hati-hati dan waspada terhadap penularan COVID-19. "Peraturan lainnya masih tetap sama. Mari kita laksanakan. Semoga kondisi makin baik dan kegiatan sosial ekonomi dapat berjalan dengan aman dari COVID-19," pungkasnya. (tim redaksi) 

#ppkmdicabut
#positifcovid
#covid
#covid19
#vaksinbooster

Tidak ada komentar