Breaking News

Polisi Buru Sindikat Internasional Penyelundup Vape Mengandung Sabu

Barang bukti vape mengandung sabu (twitter) 

WELFARE.id-Tak puas hanya menangkap pelaku pembuat cairan cape mengandung sabu, polisi dan bea cukai masih meneruskan penyelidikan. Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cuka Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah menyebutkan, sindikat internasional penyelundupan narkoba jenis sabu di liquid vape masih terus dikejar. 

Tindakan ini melanjutkan dari kegiatan penggerebekan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya terhadap sindikat narkoba jenis sabu yang dijadikan liquid vape di sebuah rumah di Jalan Melati Nomor 19, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (14/1/2023) 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bahan baku barang haram itu masuk dari perdagangan narkoba internasional Iran, Tiongkok, dan Hongkong. “Sejauh ini (kasus dalam) proses untuk dikembangkan karena ini merupakan clan distance internasional, tentu banyak proses pendalaman,” ujarnya dikutip Senin (16/1/2023). 

Saat ini,  baru satu orang yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka sindikat internasional penyelundupan narkoba oleh pihak kepolisian adalah satu orang berinisial MR. MR merupakan warga negara Indonesia (WNI), yang tinggal di Kemanggisan Raya, Palmerah, Jakarta Barat. 

Informasi dan data penting ini terungkap berdasarkan investasi gabungan antara Polda Metri Jaya dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta. Investasi gabungan ini dilakukan untuk menindak kasus peredaran narkotika yang masuk dari luar negeri, baik itu berupa barang jadi ataupun bahan baku. “Bahan baku untuk pembuatan narkotika untuk yang kali ini (di Meruya Utara) masuknya bahan baku dari Iran, kemudian melintir dulu ke Hongkong baru masuk ke Indonesia,” jelasnya. 

“Ini dua kali pengiriman dalam waktu berdekatan dan bisa kami ungkap di tempat kejadian perkara (TKP) saat ini,” tambahnya. 

Dalam penggerebekan tersebut didapati banyak liquid cair siap edar yang telah dikemas didalam botol yang dijual Rp200 ribu. Rencananya akan dijual Rp 200 ribu per botol dan akan diedarkan di wilayah Jabodetabek. Karena belinya juga via online," ujar Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa. 

Mukti menambahkan, bahwa polisi telah melakukan pengembangan terkait kasus liquid vape cair yang mudah didapatkan. "Liquid ini adalah barang yang dijual bebas. Pelaku menggunakan akun telegramnya, untuk menjual ini," imbuhnya. 

"Makanya kami akan melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap liquid-liquid yang dijual bebas melalui online, karena masih ada lagi yang terindikasi yang masih melakukan barang ini di luar. Melakukan mengolah sabu menjadi likuid ini," tambahnya. 

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah untuk menghentikan peredaran rokok elektrik atau vape, menyusul temuan adanya kandungan narkoba dalam cairan rokok elektrik. 

Produsen narkoba kini menggunakan jenis sabu cair dicampurkan ke dalam cairan vape. Irma mendesak agar pemerintah bersama aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut, karena dikhawatirkan kejadian seperti ini akan bisa terjadi di lain waktu. 

"Dengan adanya tambahan data bahwa cairan vape rawan disalahgunakan bahkan terbukti ada yang mengandung narkoba jenis sabu, maka sudah saatnya pemerintah membuka mata, setop peredaran rokok elektrik dan teliti lebih jauh lagi manfaat dan mudaratnya," imbuhnya. 

Politikus Partai Nasdem ini juga mendesak agar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama aparat penegak hukum seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk segera menghentikan peredaran cairan rokok elektrik atau vape yang mengandung narkoba tersebut. "Dengan terbuktinya penyalahgunaan rokok elektrik ini, saya meminta BPOM segera menindaklanjuti dengan penghentian sementara peredarannya. Dan saya sudah minta BPOM berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengusut kasus itu," pungkasnya. (tim resaksi) 

#narkoba
#vapemengandungnarkoba
#vape
#vapemengandungsabu
#poldametrojaya
#beacukai

Tidak ada komentar