Breaking News

Perbanyak Daging Ketimbang Sayur di MPASI, Cegah Anak Tumbuh Stunting

MPASI untuk bayi 6 bulan hingga 1 tahun. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Pengetahuan sebagai orang tua muda, seringkali terbatas. Saat memiliki bayi, pemahaman soal pemberian ASI dan MPASI sangat diperlukan.

Sebab, gizi yang diberikan pada bayi sangat menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di masa depan. Nah, bertepatan dengan Hari Gizi Nasional 2023 yang diperingati hari ini, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim B Yanuarso kembali mengingatkan orang tua muda tentang komposisi MPASI.

Ia tegas melarang orang tua memasukkan banyak sayur dalam MPASI (makanan pendamping ASI), karena bisa menyebabkan stunting. Ia menjelaskan, sayur dan buah dalam MPASI hanya akan membuat anak cepat kenyang, yang berisiko membuat asupan protein hewani anak tidak mencukupi.

Padahal alih-alih serat, anak usia 6 bulan hingga 1 tahun membutuhkan protein hewani yang bisa menyalakan saklar pertumbuhan anak, yang bisa dicapai jika kadar asam amino esensial pada tubuh anak tinggi. "Saklar ini bisa hidup atau menyala ketika kadar asam amino esensial dalam darahnya cukup tinggi. 

Nah, asam amino dalam darah ini sumbernya adalah dari protein hewani, bukan nabati tapi hewani," terangnya dalam webinar kesehatan terkait Hari Gizi Nasional, dikutip Rabu (25/1/2023).

Adapun protein hewan ini bisa berupa telur, ikan, hati ayam, daging ayam, daging sapi, atau ikan laut yang mudah di temukan di Indonesia. Larangan memberi banyak sayur, imbuhnya, juga sudah disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Namun sayang, di Indonesia banyak orang tua salah kaprah memberikan banyak sayur dalam MPASI anak-anaknya. "Oleh karena itu WHO tidak menganjurkan. Itu kekeliruan yang ada dalam masyarakat kita. Justru MPASI diberi sayur banyak-banyak, akibatnya bayi kenyang dan tidak mengonsumsi protein hewani dengan cukup," bebernya.

Jika protein hewani sebagai makanan utama anak tidak terpenuhi, bisa berakibat stunting. Ini karena kebutuhan nutrisi anak tidak tercukupi dan bisa mengganggu perkembangannya. 

Sehingga memberikan protein hewani, jadi salah satu cara mencegah stunting yang paling tepat. "Pangan kaya protein hewani ini, agar disosialisasikan secara masif, untuk khususnya mencegah dan mungkin mengatasi tahap dini dari stunting. Kalau tahap lanjut, itu mesti berobat ke dokter yang kompeten, dirujuk ke Sp.A (dokter spesialis anak) yang bisa mengatasi, masalah stunting berat," sarannya.

Adapun jika ingin mengenalkan buah dan sayur dalam makanan dan merangsang motorik anak, tetap tidak disarankan dimasukan dalam MPASI, tapi hanya dijadikan camilan atau sekedar icip-icip. "Bahwa makanan utama untuk MPASI adalah protein hewani, ASI kontribusi dari protein 70 persennya, 30 persennya bisa dari luar, seperti ikan, telur, hati ayam, dan sebagainya," tuntasnya. (tim redaksi)

#MPASI
#ASI
#asupangizi
#stunting
#proteinhewani
#proteinnabati
#asupangizibayi
#kecukupannutrisi
#asamamino

Tidak ada komentar