Breaking News

Perang Harga di Pasar EV, Ford Terpaksa Pangkas Biaya dan PHK 3.200 Karyawan di Seluruh Eropa

Logo Ford. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Ford Motor mengikuti tren pengembangan kendaraan listrik, seperti kompetitor otomotif lainnya. Pasar Electric Vehicles (EV) yang kian booming memacu Ford untuk serius menggarap produk baru mereka nanti.

Para analis menilai, perang harga EV yang diluncurkan Tesla pada awal bulan ini telah meningkatkan tekanan kepada produsen mobil listrik Eropa. Sehingga, persaingan harga menyebabkan strategi pemangkasan biaya produksi mutlak diperlukan.

Beberapa pekerjaan pengembangan produk otomotif EV terbaru mereka pun dilakukan di Amerika Serikat (AS). Sehingga, dengan alasan efisiensi, pihaknya berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga 3.200 pekerja di seluruh Eropa. 

Serikat pekerja Jerman IG Metall menyatakan, jika PHK berlanjut akan menganggu produksi mobil di seluruh benua. Menurut IG Metall, Ford ingin memecat hingga 2.500 pekerja di divisi pengembangan produk dan hingga 700 pekerja administratif, dengan lokasi Jerman yang paling terpengaruh.

"Jika negosiasi antara dewan pekerja dan manajemen dalam beberapa minggu mendatang tidak menjamin masa depan pekerja, kami akan bergabung dalam proses tersebut," kata IG Metall, dikutip dari Reuters, Rabu (25/1/2023).

Mereka tidak akan menahan diri dari langkah-langkah yang dapat berdampak serius pada perusahaan. "Tidak hanya di Jerman tetapi juga di seluruh Eropa," imbuhnya.

Pekerja di pabrik pembuat mobil AS di Cologne, yang mempekerjakan sekitar 14.000 orang, termasuk 3.800 orang di pusat pengembangan di wilayah Merkenich diberitahu tentang rencana tersebut saat rapat dewan pekerja pada Senin (23/1/2023) lalu. 

PHK tersebut dilakukan untuk memangkas biaya seiring meningkatnya biaya untuk bahan baterai kendaraan listrik (EV) dan proyeksi perlambatan di ekonomi AS dan Eropa. 

Namun, juru bicara Ford di Jerman menolak berkomentar mengenai PHK tersebut. Hanya saja, jika mengacu pada pernyataan pada akhir pekan lalu, dikatakan bahwa peralihan ke produksi kendaraan listrik memerlukan perubahan struktural, berita PHK itu bisa jadi benar.

Sementara itu, seorang juru bicara di kantor pusat Ford di Michigan mengatakan, diskusi dengan dewan pekerja Jerman terus berlanjut dan perusahaan perlu lebih kompetitif saat beralih ke kendaraan listrik. Pada Juni 2022 lalu, Ford telah memperingatkan tentang PHK signifikan dalam waktu dekat di pabriknya di Spanyol dan pabriknya di Saarlouis, Jerman. Itu karena peralihan ke produksi EV.

Adapun Ford tahun lalu mengumumkan investasi sebesar USD2 miliar untuk memperluas produksi di pabriknya di Cologne untuk membuat model kendaraan listrik untuk pasar massal. Pabrik saat ini memproduksi Ford Fiesta serta mesin dan transmisi.

Ford yang mempekerjakan sekitar 45.000 orang di Eropa, merencanakan tujuh model kendaraan listrik baru di wilayah tersebut, lokasi perakitan baterai di Jerman dan usaha patungan manufaktur sel nikel di Turki sebagai bagian dari dorongan besar kendaraan listrik di benua itu. (tim redaksi)

#PHKkaryawanford
#ford
#PHK
#mobillistrik
#kendaraanlistrik
#electricvehicles
#pabrikkendaraanlistrik
#otomotiflistrik
#pabrikdieropa

Tidak ada komentar