Breaking News

Penularan Terbanyak Homoseksual, Sudah 487 Warga Tangerang Tewas Akibat HIV/AIDS

Ilustrasi homoseksual. Foto: net

WELFARE.id-Sebagai salah satu daerah penyangga ibu kota Jakarta, Kabupaten Tangerang cepat berkembang. Jadi jangan heran bila dampak buruk modernisasi dan efek buruknya juga menyebar di wilayah tersebut. Salah satunya mengenai penularan HIV/AIDS.

Komisi Penanggulangan HIV-AIDS Kabupaten Tangerang mencatat sudah 487 orang yang meninggal dunia akibat penyakit HIV/AIDS. Data tersebut merupakan akumulasi dari awal mula ditemukannya kasus tersebut pada 1998 silam.

”Jadi kasus kematian pada Odha (orang yang hidup dengan HIV/AIDS) sendiri secara kumulatif yang dilaporkan dan tercatat sejak tahun 1998 sampai Desember 2022, yakni sebanyak 487 kasus,” terang Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Tangerang, Efi Indarti, Minggu (22/1/2023).

Dia juga mengatakan Odha yang lolos pengobatan ARV (antiretroviral) sebanyak 725 kasus. Sedangkan Odha yang keluar atau berpindah layanan selain fasilitas kesehatan dari Kabupaten Tangerang sebanyak 758 orang.

Efi juga mengatakan tren penularan HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang mengalami perubahan pada masa pertama kali ditemukan dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir ini. 

Setidaknya dalam empat tahun, faktor yang mendominasi penularan adalah hubungan seksual.

”Pola penularan HIV di Kabupaten Tangerang telah berubah, pada awal kasus ditemukan didominasi penularan HIV melalui penggunaan narkotika suntik, empat tahun belakangan pola penularan berubah didominasi hubungan seksual,” paparnya juga. 

Saat ini, kalangan yang mendominasi penderita HIB/AIDS adalah laki-laki. Berdasarkan catatannya, peningkatan kasus HIV/AIDS paling banyak terjadi pada kalangan lelaki seks lelaki atau homoseksual.

”Indikasi peningkatan kasus HIV di kalangan homoseksual diketahui dari jenis kelamin orang yang HIV positif, yaitu laki-laki dan latar belakang perilaku seksual, yang menyebabkan terinfeksi HIV adalah hubungan seksual sesama laki-laki,” tuturnya.

Efi melanjutkan, di samping didominasi kalangan laki-laki, penularan HIV/AIDS juga cukup banyak terjadi pada ibu rumah tangga. Hal itu sangat perlu untuk diwaspadai, terlebih juga ditemukan kasus tersebut dialami oleh balita.

”Meskipun dominasi kasus HIV-AIDS yang ditemukan adalah laki-laki, perlu diwaspadai penularan dari laki-laki kepada ibu rumah tangga,” paparnya juga. 

Selain itu juga, berdasarkan data juga ditemukan kasus pada balita rata-rata tujuh balita per tahun kasus HIV positif di Kabupaten Tangerang. (tim redaksi)


#kesehatan
#hiv/aids
#kabupatentangerang
#penularan
#komisipenanggulanganhiv/aids
#penyakitkelamin
#homoseksual

Tidak ada komentar