Breaking News

Pentingnya Kontrol Tekanan Darah, Cegah Hipertensi, Stroke, hingga Pendarahan Otak

Tensi darah. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Makin banyak orang usia 30-45 tahun yang terkena stroke dan pendarahan otak. Hal tersebut disebabkan penerapan gaya hidup tidak sehat dan jarang kontrol tekanan darah.

Terbaru, presenter kondang Indra Bekti mengalami pendarahan otak belum lama ini. Maka itu, Guru Besar bidang kesehatan dan dokter ahli syaraf Unika Atma Jaya Prof Dr dr Yuda Turuna, Sp.S (K) mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat guna menghindari hipertensi.

Sebab, hipertensi bisa memicu pendarahan otak dan stroke. "Kita harus tahu istilah pola hidup sehat dan faktor risiko terutama hipertensi. Hipertensi ini kalau yang belum (mengalami), terapkan pola hidup sehat. Jangan sampai hipertensi,” imbaunya, melansir Antara, Senin (2/1/2023).

Ia mengimbau agar mengurangi konsumsi garam. "Jangan obesitas, jangan kurang tidur, jangan stres. Itu semua adalah faktor risiko hipertensi," imbuhnya.

Tapi kalau sudah hipertensi, lanjutnya, tidak ada jalan lain, harus minum obat sesuai anjuran dokter supaya tekanan darah terkontrol. Lebih jauh, ia mengingatkan juga tentang bahaya hipertensi. 

Sebab, hipertensi juga dapat merusak organ lainnya seperti jantung, ginjal, hingga otak. "Hipertensi itu kan pembunuh nomer satu dengan berbagai sebab. Karena hipertensi itu bisa menyebabkan kerusakan organ baik jantung, otak maupun ginjal. Hipertensi menyebabkan seseorang gagal ginjal, gagal jantung, dan juga bisa menyebabkan stroke,” bebernya.

Yuda juga mengatakan, bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui angka tekanan darah, meskipun tidak memiliki riwayat hipertensi. Bagi para generasi muda, ia menyarankan untuk melakukan pengecekan berkala satu tahun sekali. 

Dengan demikian, para generasi muda pun lebih dapat memantau kesehatannya. "Supaya deteksi dini, saya ada hipertensi atau tidak. Terkadang kita tidak pernah tahu tekanan darah kita sampai akhirnya ketemu di UGD karena stroke ataupun jantung,” ulasnya.

Jadi, ia menyarankan, setiap individu rutin mengecek tekanan darah masing-masing secara berkala. "Setidaknya punya data tekanan darah kita berapa. Kalau usia muda, kalau memungkinkan bisa setahun sekali untuk cek tekanan darah. Tentu kalau sudah hipertensi ada baiknya pengecekan lebih sering,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar masyarakat tak abai jika mengalami sakit kepala. Apabila mengalami nyeri kepala yang tak kunjung sembuh, sebaiknya segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

"Satu, nyeri kepala yang cenderung kronis. Artinya sudah lama tapi tidak sembuh-sembuh. Kemudian nyeri kepala yang tidak seperti biasanya. Ketiga adalah nyeri kepala yang disertai gangguan saraf lainnya seperti nyeri kepala tapi kok penglihatan menjadi double ya," rincinya. (tim redaksi)

#pendarahanotak
#hipertensi
#tekanandarah
#stroke
#nyeripadakepala
#pusing
#cektekanandarahberkala

Tidak ada komentar