Breaking News

Pengusaha Pusat Perbelanjaan Optimistis di 2023 Pengunjung Kembali Meningkat

Ilustrasi (dok) 

WELFARE.id-Momen Natal dan tahun baru memunculkan optimisme pengusaha mal pada peningkatan okupansi pusat perbelanjaan. Ditambah dengan penghentian kebijakan PPKM dipercaya mendorong dan mempercepat pemulihan kondisi usaha di sektor tersebut pada 2023. 

Prediksi Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), angkanya bisa mencapai 100 persen. Ketua APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan, pihaknya mendukung keputusan pemerintah yang menghentikan PPKM. Keputusan ini dilandasi pada kenyataan bahwa masyarakat sudah sangat terbiasa dengan kebiasaan hidup sehat sehari-hari. 

Seusai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 53 Tahun 2023, pelaku usaha pusat perbelanjaan dipastikan akan tetap mendorong masyarakat untuk melaksanakan protokol pencegahan COVID-19 dan menggunakan PeduliLindungi, meski hal itu bukan lagi suatu kewajiban. 

APPBI sendiri memperkirakan tingkat pertumbuhan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan pada 2022 rata-rata mencapai 90 persen. Sedangkan pada 2023, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan ditargetkan paling tidak mencapai 100 persen. “Diharapkan tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada tahun ini lebih baik dari sebelum pandemi,” terangnya dikutip Rabu (4/1/2023). 

Ia juga menyebut, tingkat okupansi pusat perbelanjaan pada 2022 diprediksi mencapai kisaran 80 persen. Tingkat okupansi pusat perbelanjaan pada 2023 ditargetkan kembali normal menuju kisaran 90 persen atau sama seperti sebelum pandemi. 

Lebih lanjut, tantangan bagi industri ritel dan pusat perbelanjaan tidak lantas usai. Masih ada ketidakpastian ekonomi global yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. “Dampak masalah ini akan mempengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelas menengah bawah,” katanya. 

Dalam menarik pengunjung, menurut Alphonzus, pengusaha mal biasanya mengadakan program promo belanja yang dilakukan para penyewa. Disertai dukungan banyak program acara (event) yang diselenggarakan para pengelola pusat perbelanjaan. “Dan pusat perbelanjaan ke depan juga berfokus pada pengalaman atau experience dari para pengunjung dan tidak hanya mengandalkan pada pembelian barang,” tambahnya. 

Sektor usaha department store serta makanan dan minuman diprediksi mengalami peningkatan penjualan pada Natal dan tahun baru. “Kategori usaha sandang ataupun busana akan mengalami peningkatan penjualan,” pungkasnya. (tim redaksi) 

#pusatperbelanjaan
#mal
#appbi
#pengusahamal
#sektorritel
#departementstore
#fnb

Tidak ada komentar