Breaking News

Penemuan Mahasiswa ITS, Aksanawa Bisa Bantu Temukan Korban Kecelakaan Laut Lebih Cepat

Tampilan prototype kapal Aksanawa, rancangan tim mahasiswa ITS, saat berada di permukaan air. Foto: Istimewa/ Dok.Humas ITS

WELFARE.id-Maraknya kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem, menjadi ide tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan kapal Autonomous Surface Vehicle (ASV) yang diberi nama Aksanawa. Kapal tersebut dirancang untuk membantu pencarian korban kecelakaan di perairan.

Aksanawa dirancang untuk membantu tim Search and Rescue (SAR) dalam melakukan penyelamatan saat terjadi kecelakaan di laut. Aksanawa mengadopsi pola pencarian International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR), seperti Expanding Square dan Parallel Track Search. 

Nantinya, operator cukup memberikan perintah dengan microcontroller, lalu kapal secara otomatis bergerak sesuai pola yang diperintahkan. Ketua Tim Perancang Aksanawa ITS Dion Andreas Solang mengungkapkan, Aksanawa adalah inovasi lanjutan kapal autonomous yang pernah digagas beberapa waktu lalu, yaitu YOLO-Boat. 

"Aksanawa memiliki perkembangan yang cukup signifikan dari kapal pendahulunya,” katanya, melalui siaran pers, dikutip Kamis (5/1/2023). Dibekali dengan baterai Li-PO 6200 mAh, Aksanawa mampu bertahan selama 113 menit dengan kecepatan 0,5 m/s. 

Selain itu, kapal tersebut menggunakan sistem modular atau bisa dibongkar pasang untuk mempermudah proses pengiriman kapal ke lokasi kecelakaan. Lain halnya dengan YOLO-Boat yang hanya memiliki satu kamera di permukaan air, Aksanawa memiliki dua kamera yang di atas dan di bawah permukaan air. 

Dari sisi manajemen power, Aksanawa mengonsumsi daya yang lebih rendah dibanding kapal pendahulunya. "Hal itu disebabkan oleh konsumsi memori hanya sebesar 20 megabyte, lebih sedikit dibanding YOLO-Boat yang memakan memori sebesar 200 megabyte,” jelasnya.

Meskipun memakan memori yang lebih kecil, Aksanawa mampu mendeteksi korban lebih akurat karena Floating Point Operations Per Second (FLOPS) yang digunakan sangat sedikit. "Dengan FLOPS yang sedikit, Aksanawa mampu menghasilkan skor 30 frame per second,” imbuh mahasiswa Departemen Teknik Komputer itu.

Selain itu, lanjutnya, Aksanawa menggunakan model object detection berbasis deep learning untuk mendeteksi objek. Dengan model itu, minim cahaya bukan menjadi hambatan untuk pencarian korban. 

Dengan teknologi baru yang lebih mumpuni itu, penemuan mereka diyakini mampu mendeteksi objek hingga kedalaman 31 meter di bawah permukaan air. "Selain itu, Aksanawa didesain menggunakan lambung katamaran, sehingga kapal memiliki stabilitas yang baik,” yakinnya.

Cara kerja Aksanawa

Ketika terjadi kecelakaan di perairan, kapal penyelamat akan datang ke lokasi kejadian dengan membawa Aksanawa. Kapal ini akan diluncurkan dari kapal penyelamat untuk mengeksplorasi daerah yang ditunjuk oleh control station untuk mencari korban. 

"Saat mendeteksi korban, kapal akan mengirimkan koordinatnya pada kapal penyelamat sembari mengikuti korban jika korban terbawa arus,” terang Dion. Berkat inovasi tersebut, Dion bersama timnya berhasil mengangkat medali perak pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2022 kategori Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC). 

"Meskipun berhasil memperoleh juara, kapal Aksanawa masih bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi. Salah satunya mengganti kamera menjadi kamera termal yang mampu mendeteksi suhu,” tuntasnya. (tim redaksi)

#penemuan
#kapalpenyelamat
#aksanawa
#mahasiswaITS
#kecelakaanlaut
#bantutimSAR
#teknologi

Tidak ada komentar