Breaking News

Pasokan BBM Langka di Karimunjawa, Warga tak Bisa Antar Anak Sekolah

Bupati Jepara Edy Supriyanta sidak ke salah satu SPBU di Kecamatan Karimunjawa dan melihat kelangkaan stok BBM yang terjadi sejak sepekan lalu, Sabtu (31/12/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Akibat cuaca buruk di perairan utara Jawa Tengah (Jateng) untuk aktivitas pelayaran berdampak menipisnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) bagi warga yang tinggal di Kepulauan Karimunjawa.

Selain ketersediaan di SPBU yang sudah tidak ada lagi, BBM yang dimiliki warga yang tinggal di pulau yang masuk Kabupaten Jepara itu semakin menipis setelah pengapalan BBM ke kepulauan ini belum bisa dilakukan oleh pihak terkait.

Camat Karimunjawa Muslikhin mengatakan krisis BBM kini tengah dihadapi oleh warganya. Dia juga mengatakan saat ini stok BBM di Karimunjawa sudah semakin menipis. 

Itu terjadi karena terhentinya pasokan BBM melalui jalur laut yang belum bersahabat bagi lalu lintas penyeberangan. Sehingga kapal pembawa BBM belum bisa merapat ke pulau tersebut. 

"Untuk BBM di Karimunjawa, saat benar- benar sudah menipis dan hanya tinggal yang tersisa (masih ada) di tangki-tangki kendaraan bermotor milik masing- masing warga," terangnya. 

Karena itu, dia juga mengatakan pengiriman BBM untuk kebutuhan masyarakat di Karimunjawa saat ini sudah sangat dinanti- nanti oleh warganya, yang sudah menunggu lebih dari dua pekan. 

Dia juga mengatakan ada rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meminta bantuan kapal TNI AL untuk membantu mengapalkan pasokan BBM ke Karimunjawa. "Pada intinya, kami mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah provinsi," katanya juga. 

Sementara itu, Sumarto, 60, warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa mengatakan ketersediaan BBM yang kian menipis, mulai menghambat aktivitas warga yang ada di lingkungannya.

Terlebih kegiatan pendidikan (belajar di sekolah) sudah dimulai kembali setelah liburan akhir tahun 2022 sudah berakhir. "Warga yang mau mengantar anak ke sekolah kesulitan, karena tidak ada BBM," terangnya, Senin (2/1/2022).

Sementara itu, Suparti, 32, warga Desa Kemujan lainnya mengatakan kelangkaan BBM menyulitkan warga yang tinggal di kepulauan tersebut. Dia juga mengatakan untuk mengantar putra-putrinya belajar ke TPQ mulai tidak bisa.

"Anak-anak sudah mulai banyak yang izin tidak masuk belajar di TPQ, karena BBM habis senak sepekan terakhir. Kami hanya bisa pasrah dan menunggu kedatangan pasokan BBM," paparnya. 

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Arif Seriawan mengatakan kalau di Kepulauan Karimunjawa sudah tidak ada lagi yang menjual Pertalite maupun Pertamax.

Itu terjadi setelah tidak ada lagi pasokan BBM, setelah terjadi cuaca buruk atau gelombang laut yang tinggi sejak dua pekan lalu. ”Kami berharap agar pasokan BBM segera tiba agar kesulitan warga dapat segera berakhir," cetusnya. (tim redaksi)


#kepulauankarimunjawa
#bahanbakarminyak
#bbmlangka
#jawatengah
#kabupatenjepara
#cuacaburuk
#gelombangtinggi

Tidak ada komentar