Breaking News

MUI Sulsel Temukan Dugaan Aliran Sesat Bab Kesucian di Gowa

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyampaikan adanya dugaan aliran sesat Bab Kesucian di Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel. 

Dilansir dari situs resmi MUI Sulsel, informasi berawal dari adanya warga yang menanyakan soal kesesatan ajaran pemimpin salah satu yayasan di Gowa tersebut melalui pesan WhatsApp. 

Menjawab pertanyaan itu, pihak MUI Sulsel membeberkan terlebih dahulu 10 kriteria ajaran sesat yang dikeluarkan oleh MUI. MUI Sulsel menegaskan, berdasarkan kriteria tersebut, ajaran Bab Kesucian dapat dinyatakan sesat karena dua faktor. 

Pertama, MUI Sulsel menjelaskan, ajaran tersebut mengharamkan yang telah dihalalkan dalam Islam, yaitu daging ikan dan susu. "Rasulullah SAW termasuk orang yang gemar meminum susu. Beliau juga menganjurkan para sahabat minum susu dari binatang ternak, seperti kambing, unta, dan sapi," tulis MUI Sulsel, dikutip Rabu (4/1/2023). 

"Jadi melarang orang minum susu meyalahi sunnah Nabi, serta merusak kesehatan manusia," lanjutnya. 

Faktor kedua, ajaran Bab Kesucian melarang pengikutnya untuk melaksanakan shalat lima waktu. Padahal dalam agama Islam, MUI Sulsel melanjutkan, shalat merupakan salah satu Rukun Islam. Oleh karena itu, ajaran kelompok tersebut jelas bertentangan dengan syariat Islam. "Menyalahi hal yang disepakati (ma’lum minaddin bidhorurah) adalah kekufuran, sudah jelas telah keluar dari Islam," lanjutnya. 

Sekretaris MUI Sulsel Muammar Bakry mengatakan, pihaknya telah mengecek dugaan aliran yang dipimpin seorang pria dengan nama Hari Minallah Aminnullah Ahmad alias Bang Hadi. "Dari hasil penelusuran MUI Sulsel, Hadi merupakan pendatang di Kabupaten Gowa. Hadi diduga warga Tanah Datar, Sumatera Barat yang menikah dengan seorang wanita asal Gowa," katanya. 

MUI menduga kelompok ini melarang para pengikutnya untuk melaksanakan salat lima waktu, memakan ikan, sampai meminum susu. 

Terpisah, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas meminta penyelidikan dugaan aliran sesat Bab Kesucian. Ia memerintahkan jajarannya meninjau ke lapangan demi mendapat informasi utuh yang terverifikasi soal dugaan kelompok sesat tersebut. 

Yaqut memastikan pendekatan yang akan dilakukan adalah dialog. Ia memastikan jajaran Kanwil Kemenag Sulsel, Kantor Kemenag Gowa, penyuluh, bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) setempat telah diminta menjalin dialog guna mendengar penjelasan pengikut Bab Kesucian terkait keyakinan dan pemahaman yang mereka anut. "Verifikasi dan klarifikasi ini penting agar langkah tindak lanjut yang diambil benar-benar berdasarkan informasi yang sebenarnya. Selanjutnya diajak dialog," katanya. 

Bila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pemahaman keagamaan, Yaqut meminta para jajarannya agar diberi edukasi, dakwah, dan pendampingan. "Perlu digali, sumber keyakinan mereka dari mana, dan argumentasinya seperti apa," tukasnya. 

Kemenag Gowa pun menerjunkan tim untuk mengklarifikasi kepada yayasan terkait yang diduga menaungi kelompok Bab Kesucian tersebut. Mereka menerjunkan tim penyuluhan ke lokasi keberadaan aliran sesat Bab Kesucian tersebut. 

Kakanwil Kemenag Gowa Aminuddin mengaku belum mengetahui hasil tim penyuluhan yang melakukan pemeriksaan. Pasalnya, tim saat ini belum bertemu dengan pimpinan Bab Kesucian. "Sementara kami menunggu tim kolaborasi yang turun, penyuluh dari Kemenag Gowa, TNI dan Kesbangpol. Jadi saya juga sementara menunggu konfirmasi mereka. Karena katanya belum ketemu sama ketua yayasannya. Jadi sementara tim mengecek," kata Aminudin. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Khaeroni mengatakan pihaknya tengah meminta klarifikasi dari pimpinan kelompok tersebut. 

Khaeroni mengatakan telah ada diskusi pihaknya dengan pihak kelompok Bab Kesucian. Namun, ia mengatakan belum ada hasil dari pembicaraan tersebut. "Memang ini tidak memerlukan waktu yang cepat, perlu kesabaran ini semua. Karena sistem dialogis lebih diutamakan, juga pembinaan juga diutamakan dan kita kerja sama dengan aparat kementerian yang lain, instansi yang lain. Mudah-mudahan dapat terselesaikan dengan baik," tuturnya. 

Pemimpin Bab Kesucian, Hari Minallah Aminnullah Ahmad alias Bang Hadi mengklaim membantah kelompok yang dipimpinnya sebagai aliran sesat.
Hadi mengaku tidak mengerti dengan bahasa yang disampaikan pihak MUI di media sosial, termasuk masalah salat lima waktu yang diharamkan. "Masalah sembahyang, apalagi masalah makanan, di situ dituliskan saya mengharamkan makan ikan, ayam, makan daging, nah itu mereka yang mengatakan sepihak," katanya. 

Ia pun menegaskan tudingan Bab Kesucian mengharamkan salat lima waktu pun harus dibuktikan pihak MUI Sulsel. Hadi berharap jangan sampai menjadi tuduhan yang tidak mendasar. "Nah mana buktinya itu saya mengatakan sedemikian, itukan tuduhan yang tidak berdasar, tidak valid. Berbicara itukan harus ada datanya," tambahnya. 

Hadi mengklaim pihak MUI Sulsel tidak pernah datang untuk menanyakan atau mengklarifikasi soal aliran Bab Kesucian kepada pihaknya. Hadi mengatakan yayasan yang dipimpinnya telah berdiri sejak 2019 lalu dan memiliki surat keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Sehingga Hadi mempertanyakan keputusan MUI Sulsel yang menyebut yayasannya sesat. 

"Pihak MUI tidak pernah klarifikasi, tidak pernah datang menanyakan. Bagaimana mengatakan sesat, hanya mengambil gambar, mengambil foto, lalu menuliskan kata-kata sesat tanpa klarifikasi, tanpa bertanya, itukan sepihak," pungkasnya. (tim redaksi) 

#aliransesat
#mui
#muisumsel
#babkesucian
#gowa
#kemenag

Tidak ada komentar