Breaking News

Malika, Korban Penculikan Anak di Jakpus Ditemukan di Ciledug

Momen haru orang tua dan Malika akhirnya bertemu (ist) 

WELFARE.id-Malika Anastasya, 6, anak yang menjadi korban penculikan di Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat akhirnya ditemukan. Gadis cilik itu ditemukan dalam kondisi letih dan linglung saat ditemukan oleh polisi. 

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin menerangkan, Malika ditemukan bersamaan dengan penangkapan pelaku, Iwan Sumarno di daerah Ciledug, Tangerang Selatan, Senin (2/1/2023). "Saat ditemukan korban dalam kondisi yang sangat letih, sempat bingung karena banyak orang, namun setelah diingatkan akan ibunya barulah korban tersadar dan minta untuk segera bisa pulang," kata Selasa (3/1/2023). 

Malika masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Malika juga turut didampingi oleh tim psikiater selama pemeriksaan. 

Komarudin mengungkapkan pelaku Iwan tak memberikan perlawanan saat ditangkap polisi di lokasi. 

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Pusat. Termasuk menggali motif pelaku menculik Malika. 

"Masih terus kami dalami dan tentunya nanti juga akan kita kembangkan mulai dari awal terduga pelaku membawa korban sampai dengan hari ini," ucap dia. 

Pelaku selalu membawa Malika untuk memulung usai menculiknya di daerah Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Desember lalu. 

Selama diajak memulung, pelaku selalu meletakkan Malika di dalam gerobak miliknya. Saat ditemukan pun Malika berada di dalam gerobak tersebut. "Sementara dari keterangan awal terduga pelaku menyampaikan aktivitasnya masih sama seperti aktivitas pada saat berada di Sawah Besar yakni mengumpulkan barang barang bekas di satu tempat ke tempat lain dengan juga menyertakan korban," tuturnya. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menyatakan bahwa polisi tengah mendalami untuk menjerat terduga pelaku penculikan anak dibawah umur, Malika, 6, dengan pasal lain selain Pasal 330 ayat 2 KUHP. “Hasil visum itu akan memperkuat penyidik untuk menetapkan pelaku sebagai tersangka dengan sangkaan di samping KUHP dan juga pasal UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014,” katanya. 

Menurut Zulpan kekerasan yang dilakukan Iwan terhadap Malika ditengarai untuk memanfaatkan anak itu sebagai kegiatan ekonomi yang dilakukannya, yaitu memulung. “Itu kan berita awal ditangkap dalam gerobak dalam posisi seperti itu (memulung). Kan sewaktu diculik kerjaannya dia pemulung,” terangnya. 

Lebih jauh lagi, ia mengatakan, Malika diduga didoktrin oleh Iwan dengan cara kekerasan untuk ikut memulung dan tetap bersembunyi. "Di dalam gerobak itu ‘kamu gak boleh keluar’, itu kan tertutup, disuruh dalam gerobak itu jongkok. Dia gak boleh muncul dalam gerobak ini,” tandasnya. 

Zulpan mengatakan, kekerasan yang dilakukan Iwan terhadap Malika juga terlihat dari memar yang ada di pinggangnya. “Itu diperkirakan akibat tendangan. Makanya nanti akan diperiksa setelah pemeriksaan Malika,” ujarnya. 

Selain itu, memar juga terlihat di bagian bibir Malika diduga karena disentil dengan jari oleh terduga pelaku. "Nanti keterangan yang memperkuat keterangan dari korban dalam bentuk keterangan BAP itu akan diperkuat dengan BAP oleh Malika manakala kondisinya memungkinkan untuk ditanya,” tambahnya. 

Saat ini, lanjutnya, Malika masih mengalami trauma dan sedang dipulihkan traumanya dengan psikiater forensik dan psikologi forensik. (tim redaksi) 

#penculikan
#penculikananak
#penculikananakdijakpus
#polresjakpus
#pemulungculikanak

Tidak ada komentar