Breaking News

MA Kabulkan PK, Aset Sitaan First Travel Dikembalikan ke Jemaah

Sejumlah calon jemaah umrah berdemo menuntut pengembalian aset First Travel kepada mereka. Foto: net

WELFARE.id-Kabar baik menghampiri jemaah umrah yang tertipu oleh manajemen PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Pasalnya, Mahkamah Agung (MA) memutuskan aset perusahaan perjalanan travel itu dikembalikan kepada jemaah yang menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah tersebut. 

Keputusan itu tertuang dalam putusan MA atas peninjauan kembali (PK) yang diajukan bos First Travel yang telah menjadi terpidana Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Hasibuan.

Perkara dengan nomor: 365 PK/PID.SUS/2022 itu diputus oleh Ketua Majelis Hakim PK Sunarto dengan hakim anggota Jupriyadi dan Yohanes Priyana pada Senin (23/5/2022) lalu.

Dalam putusannya, majelis hakim mengabulkan permohonan yang diajukan terpidana Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. "Amar putusan, kabul," tulis amar putusan Nomor 365 PK/Pid.Sus/2022 yang dilansir dari situs MA, Kamis (5/1/2023).

Selain itu, majelis hakim PK juga membatalkan putusan MA Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 tertanggal 31 Januari 2019 yang menyatakan barang bukti kasus penipuan oleh PT First Travel dirampas untuk negara. 

Adapun total barang sitaan kasus First Travel tercatat sebanyak 820 item, dengan 529 item di antaranya merupakan aset bernilai ekonomis, termasuk uang senilai Rp1,537 miliar.

Sedangkan untuk putusan lain tidak berubah atau tetap termasuk putusan vonis hukuman penjara. Andika Surachman tetap dipidana 20 tahun penjara, sementara Anniesa Hasibuan dipidana 18 tahun penjara. Pasangan suami istri (pasutri) itu juga masing-masing didenda Rp10 miliar subsider 8 bulan kurungan.

Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim PK menyatakan tidak sependapat dengan putusan judex juris tentang sebagian barang bukti berupa uang dalam rekening dan aset-aset yang bernilai ekonomis tersebut dirampas oleh negara. 

Hal ini karena dalam perkara tersebut tidak ada hak negara yang dirugikan. Karena uang untuk membeli aset itu berasal dari calon jemaah, majelis hakim PK menyatakan barang-barang bukti tersebut harus dikembalikan kepada yang paling berhak.

Mereka yang berhak adalah calon jemaah umrah yang telah membayar biaya umrah kepada First Travel maupun rekanan yang belum dibayar haknya oleh Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan melalui First Travel. 

Putusan majelis hakim PK MA itu sesuai dengan Pasal 194 ayat (1) KUHAP. Sedangkan mekanisme pengembalian aset-aset First Travel kepada jemaah diserahkan kepada pihak eksekutor. (tim redaksi)


#peninjauankembali
#firsttravel
#penipuanjemaahumrah
#mahkamahagung
#asetsitaan 
#andikasurachman
#anniesahasibuan

Tidak ada komentar