Breaking News

Langgar UU Privasi dan Iklan Tertarget, Komisi Uni Eropa Sanksi Meta Denda Rp6,2 Triliun

Ilustrasi logo Meta dan media sosial Facebook. Foto: Reuters

WELFARE.id-Sanksi denda kembali menghampiri Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram. Perusahaan global asal Amerika Serikat (AS) yang dikendalikan Mark Zuckerberg ini dikenai sanksi denda USD400 juta (setara Rp 6,2 triliun) oleh Komisi Uni Eropa.

Sanksi denda dikenakan pada Rabu (4/1/2023). Penyebabnya karena perusahaan bermarkas di Menlo Park, California, AS ini dituding melakukan praktik periklanan tertarget dan penanganan data pengguna yang melanggar Undang-Undang Privasi Uni Eropa atau GDPR.

Mengutip Gizchina, Jumat (6/1/2023), regulator penanganan data pribadi Eropa, Irish Data Protection Commission (DPC) mengharuskan Meta membayar dua sanksi denda yang sudah dijatuhkan tersebut.

Pertama, sanksi denda sebesar 200 juta Euro (setara Rp3,2 triliun) karena melanggar undang-undang perlindungan data pribadi Uni Eropa, GDPR.

Untuk sanksi denda kedua sebesar 180 juta Euro (setara Rp3 triliun) karena platform media sosial (medsos) Instagram milik Meta dituding melanggar aturan yang sama.

Jadi dengan demikian, secara keseluruhan Meta harus membayar total 390 juta Euro (setara Rp 6,2 triliun).
Sekadar informasi, sanksi dua denda ratusan juta dolar tersebut menandai akhir dari dua penyelidikan panjang terhadap Meta oleh regulator data Uni Eropa.

Sebelumnya, regulator data DPC memulai penyelidikannya pada 25 Mei 2018, tepat saat undang-undang perlindungan data GDPR mulai berlaku di negara-negara Uni Eropa.

Regulasi GDPR menghadirkan aturan ketat bagi perusahaan yang melakukan pemrosesan informasi warga negara Uni Eropa.

Dengan begitu, perusahaan-perusahaan yang melanggar aturan ini berisiko menghadapi penalti setinggi 4 persen dari pendapatan tahunan global mereka.

Dalam hal ini, regulator perlindungan data Uni Eropa DPC mewajibkan Meta untuk menyesuaikan operasi datanya dalam waktu tiga bulan. Pengawas berdiri sebagai otoritas pengatur utama bagi Meta dan raksasa teknologi AS lainnya.

Tidak ingin membayar dendan ratusan juta dolar, Meta menyebut pihaknya berencana mengajukan banding atas putusan denda yang dijatuhkan tersebut. 

Keputusan tersebut tidak sama dengan larangan iklan yang terpersonalisasi. Oleh karenanya, bisnis dapat terus menggunakan platform Meta untuk menargetkan pengguna yang mereka targetka dengan iklan.

”Saran bahwa iklan yang dipersonalisasi tidak dapat lagi ditawarkan oleh Meta di seluruh Eropa, kecuali dengan persetujuan pengguna adalah tidak benar," kata juru bicara Meta melalui email menanggapi denda tersebut. (tim redaksi)


#meta
#denda
#pelanggarandatapribadi 
#facebook
#instagram
#irishdataprotectioncommission
#dpc
#unieropa

Tidak ada komentar