Breaking News

Kripto Diproyeksi Masih Masuk "Periode Winter" di 2023, Diprediksi Baru Akan Melesat pada 2024

Mata uang kripto. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Tahun 2022 menjadi momen "bintang gelap" bagi pemain kripto. Banyak perusahaan kripto global yang gulung tikar. Otomatis, berimbas juga bagi para investor. Tapi, 2022 sudah berlalu dan 2023 sudah kita masuki. 

Lantas, bagaimana proyeksi kripto tahun ini. Buat para pemain baru atau yang baru akan masuk ke dunia kripto, boleh simak proyeksinya, berikut ini.

Seperti tahun lalu, banyak berseliweran pandangan optimis (bullish) maupun pesimis (bearish) terhadap masa depan kripto dan bagaimana kripto pada tahun depan. 

Beberapa pengamat ada yang menilai bahwa tahun 2023 bisa menjadi periode pembalikan setelah merana sepanjang tahun 2022, namun ada yang berpandangan bahwa periode bearish masih akan berlanjut di tahun 2023.

Berikut proyeksi atau outlook kripto di tahun 2023 berdasarkan pandangan dari beberapa pengamat:

1. J.P Morgan

Perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS) JP Morgan percaya, bahwa hadirnya proyek kripto seperti Ethereum membawa faktor yang besar untuk meningkatkan penggunaan blockchain. "Kami percaya bahwa adanya Ethereum Merge dan proses upgrade selanjutnya yakni Surge Ethereum dapat menjadi faktor besar dalam hal meningkatkan kasus penggunaan blockchain ke area baru, termasuk layanan keuangan," kata analis JP Morgan.

2. Matthew Sigel (Vaneck)

Menurut analis dari Vaneck, Matthew Sigel, memprediksikan Bitcoin kemungkinan bisa mengalami kenaikan ke USD30.000 dan bisa juga berpotensi turun ke USD10.000 hingga USD12.000. Selain itu, ada prediksi dari Sigel di masa mendatang, seperti prediksi harga Bitcoin, potensi minat yang besar terhadap teknologi blockchain, dan adopsi kripto dan stablecoin.

"Diperkirakan, pada masa mendatang, lembaga akan menggunakan blockchain untuk menyederhanakan penyimpanan dan penyelesaian. Sekaligus mengurangi biaya bagi pelanggan. Sementara itu, dengan inflasi yang terus-menerus Amerika Latin melihat adopsi kripto dan stablecoin tercepat di dunia," kata analisisnya.

3. Tom Norwood (Loop Markets)

Co-Founder dan CEO Loop Markets Tom Norwood memperkirakan, bahwa permintaan bitcoin akan tumbuh dan mengharapkan pasar kripto meningkat dalam waktu sekitar enam bulan. "Permintaan Bitcoin harus terus tumbuh terlepas dari kondisi pasar karena masih lebih baik daripada sebagian besar mata uang karena setidaknya memiliki peluang bagus untuk naik. 

Sedangkan sebagian besar mata uang hanya akan terdepresiasi dari waktu ke waktu. Selain itu, saya pikir kripto adopsi kripto akan berkembang nantinya," dalam keterangannya.

4. Goldman Sachs

Perusahaan investasi terbesar di AS, Goldman Sachs mengatakan bahwa dengan adanya peristiwa bencana dari FTX, akan membawa pengawasan ketat dari regulator. "Krisis FTX terhadap jatuhnya pasar kripto saat ini menjadi peluang besar untuk potensi pengawasan ketat dari regulator dalam beberapa bulan mendatang," ungkap keterangan tersebut.

5. Aspakrindo

Sementara itu, di dalam negeri, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, pelemahan bukan hanya terjadi di Indonesia melainkan juga di negara-negara lainnya. 

"Jadi 2022 menuju redup, 2023 sangat redup, tapi pada 2024 adanya momentum halving di bitcoin maka tren pergerakannya akan ada di beberapa bulan setelah halving. Jadi historinya, 6 sampai 12 bulan setelah halving harga akan naik,” kata Manda, sapaan akrab Teguh Kurniawan Harmanda kepada wartawan, dikutip Sabtu (7/1/2023).

Untuk diketahui, Bitcoin Halving adalah peristiwa empat tahun sekali di mana reward block dikurangi setengahnya. Halving terhadap reward block ini terjadi setiap 210,000 blok. 

Peristiwa halving ini hanya akan terjadi saat setengah dari suplai koin sudah berada dalam peredaran. "Kalau hitungan saya, halving pada Maret atau April 2024 maka pergerakan itu ada enam bulan sebelumnya dan enam bulan setelahnya. Jadi kami tetap menyambut optimis perdagangan kripto di global masih sangat luar biasa animonya,” yakinnya.

Dia menambahkan, kripto di tahun ini juga dalam masa yang sangat winter. Berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Pada beberapa tahun sebelumnya misalnya, harga bitcoin sendiri selalu naik setiap tahunnya. "Apakah 2023 akan lebih tinggi 2022? Ini belum tentu karena kita belum tahu, karena winter banget," bebernya.

Istilah winter sendiri memiliki maksud penurunan drastis pada suatu aset atau nilai. Dalam hal kripto, harga di pasar secara drastis dan berkepanjangan. (tim redaksi)

#kripto
#masadepankripto
#investor
#proyeksikripto
#tipspemainpemulakripto
#periodewinter

Tidak ada komentar