Breaking News

Kontrak Ekspor Batu Bara RI ke Eropa 2022 Cetak Rekor, Jaring Konsumen Baru Kroasia dan Latvia

Pertambangan batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Volume nilai dan ekspor batu bara Indonesia ke kawasan Uni Eropa melesat pada 2022. Lonjakan ekspor ditopang oleh tingginya permintaan dan harga setelah perang Rusia-Ukraina meletus.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, volume ekspor batu bara Indonesia ke Uni Eropa menyentuh 5, 85 juta ton sepanjang 2022. Volume tersebut melonjak 1,373% dibandingkan pada 2021 yang hanya tercatat 396.582 ton.

Secara nilai, ekspor batu bara RI ke Uni Eropa menembus USD1,055 miliar sepanjang 2022. Nilai tersebut melesat 4,114% dibandingkan pada 2021 yang mencapai USD25,044 juta.

Sebelumnya, Kementerian ESDM memang sudah memperkirakan ekspor batu bara ke Eropa, termasuk Uni Eropa, dan Inggris, akan mencatat rekor pada 2022. Mengutip catatan BPS, berikut daftar negara Eropa yang membeli batu bara Indonesia untuk menekan krisis energi:

1. Polandia

Peningkatan volume ekspor batu bara ke kawasan Eropa terasa signifikan seiring langkah Polandia yang menjadi pengekspor batu bara terbesar Indonesia dari Eropa yang mencapai 2,38 juta ton senilai USD338,15 juta sepanjang 2022. Sebelumnya pada 2021 tidak ada permintaan batu bara dari Polandia.

Kepala Kamar Dagang Batu bara Polandia Lukasz Horbacz mengatakan, penurunan impor dari Rusia dimulai pada Januari ketika Moskow mulai mengirim tentara ke Ukraina. "Tetapi alasan utama dari kelangkaan ini adalah embargo yang langsung berlaku. Itu membuat pasar terbalik," ujarnya kepada Reuters, dikutip Jumat (20/1/2023).

Pada 2021, Polandia mengimpor 12 juta ton batu bara, 8 juta ton di antaranya berasal dari Rusia dan digunakan oleh rumah tangga dan pabrik pemanas kecil. Pada Juli 2022, Polandia memerintahkan dua perusahaan milik negara untuk mengimpor beberapa juta ton bahan bakar dari sumber lain termasuk Indonesia, Kolombia, dan Afrika.

Polandia juga memperkenalkan subsidi untuk pemilik rumah yang menghadapi lonjakan harga batu bara dua kali lipat atau tiga kali lipat dibandingkan musim dingin lalu. "Sebanyak 60% dari mereka yang menggunakan batu bara untuk pemanas mungkin terpengaruh oleh kemiskinan akibat harga energi," kata Horbacz.

2. Italia

Sama seperti Polandia, Italia tidak mengimpor batu bara dari Indonesia pada 2021. Namun hal itu terbalik pada tahun 2022. 

BPS mencatat volume ekspor batu bara RI ke Italia masuk urutan dua besar dalam torehan ekspor emas hitam ke benua biru, dengan jumlah 1,52 juta ton senilai USD418,14 juta. Satu diantara para produsen domestik yang mengirim batu bara ke Italia adala PT Bukit Asam atau PTBA. 

PTBA turut mengambil peluang krisis energi dengan menandatangani kontrak ekspor batu bara ke Italia sebanyak 140.000 metrik ton (MT) pada semester I.

3. Belanda

RI juga mengekspor Belanda dengan volume pengiriman 1,03 juta ton dengan nilai USD167 juta. Untuk menghemat konsumsi gas, sejumlah negara-negara Eropa seperti Belanda kembali menyalakan kembali PLTU batu bara.

4. Kroasia

Kroasia selama 2022 mengimpor batu bara RI sejumlah 208,78 ribu ton dengan nilai USD46,13 juta atau setara Rp698,36 miliar. Ekspor batu bara pada tahun 2022 itu merupakan kontrak pembelian pertama kali dalam sejarah belanja batu bara RI.

5. Swiss

Swiss juga tercatat sebagai salah satu negara Eropa tujuan ekspor batu bara RI pada 2022. Sepanjang tahun tersebut, Indonesia mengirim 111,39 ribu ton batu bara dengan nilai USD15,54 juta. 

Selain kontrak ekspor pada 2022, negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari Pegunungan Alpen juga tercatat membeli 54,24 ribu ton baru bara RI pada 2019.

6. Slovenia & Spanyol

Slovenia dan Spanyol menjadi negara Eropa yang paling sering mengimpor batu bara RI. Slovenia tercatat sebagai pembeli batu bara RI dengan total volume pengiriman 285,6 ribu ton dalam kurun periode Januari-Desember 2022.

Meski begitu, ekspor dari negara pecahan Yugoslavia itu turun sekira 10,6% dari ekspor tahun sebelumnya sejumlah 319 ribu ton. Slovenia juga menjadi langganan dan tak pernah absen membeli batu bara RI sejak 2012 atau satu dekade terakhir.

Sementara itu, Spanyol menjalin kontak pembelian dengan volume 245,2 ribu ton senilai USD23,2 juta. Spanyol juga menjadi pasar potensial batu bara RI dengan hanya satu kali absen pada 2020 dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

7. Jerman & Latvia

Kemudian ada negara-negara lainnya seperti Jerman dan Latvia yang sama-sama membeli 60,5 ribu ton batu bara RI. Ekspor Jerman sejalan dengan keputusan negara tersebut memperpanjang operasi komersial dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara hingga Maret 2024.

Pengiriman emas hitam ke Negeri Bavaria dalam periode Januari hingga Desember 2022 itu menorehkan nilai ekspor sebesar USD5,20 juta atau sekitar Rp78,34 miliar. Jerman kembali melakukan ekspor batu bara RI setelah mereka menjalin transaksi terakhir kali pada 2018 silam dengan volume 2,9 ribu ton. 

Sementara ekspor Latvia pada 2022 merupakan kontrak pembelian pertama kali dalam sejarah belanja batu bara RI.

8. Makedonia & Yunani

Makedonia dan Yunani sama-sama mengekspor batu bara RI sejumlah 44 ribu ton dengan nilai masing-masing USD5,95 juta dan USD8,36 juta. Makedonia kembali melakukan ekspor batu bara RI setelah mereka menjalin transaksi terakhir kali pada 2014 silam dengan volume 33 ribu ton.

Sepanjang 2022, batu bara mencetak rekor dua kali yakni pada 2 Maret 2022 di posisi USD446 per ton serta pada 5 September 2022 di harga USD463,75 per ton. Namun, harga batu bara mulai melandai sejak Oktober 2022. 

Di awal tahun ini, harga batu bara bahkan sudah anjlok 16,3%. Pada perdagangan Rabu (18/1/2023) lalu, harga batu bara ditutup di posisi USD326,5 per ton. Harganya sempat jatuh 1,06% dibandingkan hari sebelumnya. (tim redaksi)

#batubara
#penjualanbatubara
#BPS
#negarapengimporbatubaraRI
#eksporbatubaraRI
#transaksibatubara

Tidak ada komentar