Breaking News

Kondisinya Memprihatinkan, Perlu Revitalisasi Menyeluruh Stadion Utama Palaran

Sejumlah warga melintas di depan salah satu bagian Stadion Utama Palaran yang berlokasi di Kota Samarinda, Kaltim. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kondisi Stadion Utama Palaran yang berlokasi Simpang Pasir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini kondisinya rusak parah. Stadion utama yang ada di Provinsi Kaltim itu tak henti-hentinya menuai sorotan masyarakat. 

Pasalnya, kompleks stadion yang dibangun dengan menyedot anggaran lebih dari Rp 800 miliar pada 2008 lalu itu terkesan hanya difungsikan saat pembukaan dan penutupan PON XVII-2008, tapi setelah itu nyaris tidak ada even olahraga digelar di stadion tersebut. 

Terbengkalainya Stadion Utama Palaran itu menuai komentar mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Irianto Lambrie. Itu diungkapkan Irianto saat menjadi salah satu narasumber dialog publik yang digelar pada pada Kamis (12/1/2023) lalu.

Dialog publik yang digelar Forum Komunikasi Rakyat Kaltim Bersatu (FKRB), Koalisi Pemuda IKN (Kopi) dan Perhimpunan Pengusaha Kuliner Nusantara (PPKN) Kaltim itu Irianto membuat catatan khusus tentang masa depan Stadion Utama Palaran. 

Dalam paparannya, Irianto yang membahas prospek kawasan Stadion Utama Palaran pada era IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara, terkait epicentrum ekonomi, pariwisata-UMKM, pendidikan dan olahraga.

Irianto memaparkan kalau pembangunan Stadion Utama Palaran merupakan keputusan Pemprov Kaltim bersama DPRD Kaltim di masa lalu pada era kepemimpinan Gubernur Suwarna Abdul Fatah. Stadion itu dibangun untuk jadi fasilitas utama penyelenggara PON XVII pada 2008. 

Saat itu, Provinsi Kaltim ditetapkan sebagai tuan rumah. Guna menunjang fasilitas PON XVII itu, Pemprov Kaltim dari APBD menggelontorkan anggaran sekitar Rp6,5 triliun, yang sebagian besar dipergunakan membangun prasarana dan sarana olahraga.

Yakni membangun dua stadion, Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja yang sekarang diberi nama Stadion Kadrie Oening. Dana itu juga untuk membangun fasilitas olahraga lainnya, plus biaya penyelenggaraan PON XVII.

Irianto yang menjabat Sekda Provinsi Kaltim periode 2009-2015 yang saat itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak,  dirinya pernah mengusulkan perlunya revitalisasi dan strategi pemanfaatan kawasan Stadion Utama Palaran.

”Agar tidak terkesan menjadi bangunan megah yang dibiarkan terbengkalai. Tetapi Stadion Utama Palaran dapat dijadikan kawasan yang memberi manfaat secara sosial maupun ekonomi,” terang Irianto juga. Tapi hingga kini, pemanfaatan kawasan itu tidak maksimal.

Buktinya, Stadion Utama Palaran yang memiliki luas sekitar 88 hektare itu hingga saat ini kondisinya semakin memprihatinkan, karena di sekelilingnya telah dipenuhi semak belukar.

Selain itu juga, tembok bangunan Stadion Utama Palaran yang retak, tiang pancang stadion tampak kusam berkarat dan ditumbuhi rumput liar. Selain itu juga, sebagian jalan masuk ke Stadion Utama Palaran mengalami kerusakan parah.

Irianto juga memaparkan pada 2016 lalu, Pemprov Kaltim telah melakukan pemeriksaan bangunan di kawasan Stadion Utama Palaran untuk mengetahui tingkat kerusakan. Hasil audit itu merekomendasikan perbaikan memerlukan dana sekitar Rp 160 miliar. 

Tapi hasil audit itu tidak dapat ditindaklanjuti, karena APBD pada saat itu difokuskan untuk menyelesaikan jalan tol Samarinda-Balikpapan, Bandara APT Pranoto dan proyek-proyek infrastruktur lainnya.

Tapi kini Irianto mengusulkan, Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim perlu berkoordinasi jika memang ingin merevitalisasi Stadion Utama Palaran agar menjadi kawasan bermanfaat bagi pengembangan olahraga dan pendidikan, tetapi juga secara ekonomi.

Dia juga meminta Gubernur Kaltim perlu membentuk gugus tugas lintas OPD (organisasi perangkat daerah) untuk merevitalisasi kawasan Stadion Utama Palaran,  juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda

”Perlu dilakukan audit building dengan pengkajian yang komprehensif untuk menyusun masterplan revitalisasi kawasan Stadion Utama Palaran. Kemudian perlu pendampingan tim ahli hukum dan tim teknis dalam perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan revitalisasi tersebut,” paparnya juga. 

Bahkan, kata Irianto juga, perlu juga dilibatkan partisipasi perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Kaltim dalam rangka akselerasi pembangunan daerah. (tim redaksi)


#stadionutamapalaran
#kotasamarinda
#provinsikaltim
#terbengkalai
#perlurevitalisasi
#mantansekdaprovinsikaltim
#iriantolambrie

Tidak ada komentar