Breaking News

Kolaborasi 3 Investor Lokal dan Asing Bangun Hunian ASN, Ditarget Selesai 2024

Progres pembangunan IKN Nusantara. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Tiga investor lokal dan asing segera membangun hunian untuk aparatur sipil negara (ASN) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim). 

Proyek hunian senilai Rp41 triliun tersebut bakal digarap oleh PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Risjadson Brunsfield Nusantara – CCFG Corp (Konsorsium Nusantara), dan Korea Land and Housing Corporation (KLHC).

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan, investasi ketiga investor tersebut dalam membangun hunian IKN dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Perinciannya, Summarecon sebesar Rp1,67 triliun, Konsorsium Nusantara sebesar Rp30,8 triliun, dan KLHC sebesar Rp8,65 triliun. 

Ia mengatakan, ketiga perusahaan itu sudah mendapatkan izin prinsip pelaksanaan proyek di IKN. "Tapi masih perlu dilakukan feasibility study atau studi kelayakan," ulasnya, dikutip Rabu (4/1/2023).

Adapun hunian yang dibangun tiga investor tersebut akan menampung 14.500 ASN dan Hankam di 184 tower yang berada di beberapa area, yaitu Pusat Pelayanan WP1A-1, Pemerintahan Timur WP1A-1, Hunian TNI WP1A-1, dan WP1B Tahap 1. Ketiga investor tersebut ditargetkan untuk menuntaskan pekerjaannya tahun depan, sehingga dapat beroperasi pada Agustus-Desember 2024.

”Saat ini ada 59 pelaku usaha dari berbagai sektor yang sudah mengirimkan letter of intent untuk berinvestasi di IKN yang sedang kami proses dan kami yakin jumlah tersebut akan terus bertambah. Dari jumlah tersebut, tiga pelaku usaha sudah mendapatkan SIPP untuk membangun hunian ASN/hankam," bebernya.

Sebagai catatan, sektor yang menjadi minat para investor saat ini adalah pendidikan (15 LOI), infrastruktur dan utilitas (10 LOI) perumahan (8 LOI), mixed use (8 LOI), konsultan (6 LOI), kesehatan (5 LOI), perkantoran swasta dan BUMN (3 LOI), perkantoran pemerintah (2 LOI), dan teknologi (2 LOI). 

Dengan mendapatkan SIPP, para investor akan melakukan studi kelayakan yang komprehensif dengan mencakup konsep desain, ruang lingkup proyek, dan rekomendasi teknologi yang mengoptimalkan project life cycle cost. 

"Penting untuk dipahami, para investor tersebut sekarang harus menyusun studi kelayakan dan akan diserahkan ke pemerintah paling lambat 6 bulan kemudian. Jadi dengan adanya izin, bukan berarti langsung membangun,” tegasnya.

Pembiayaan pembangunan IKN Nusantara akan berasal dari APBN sebesar 20% dan 80% berasal dari investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri. (tim redaksi)

#IKNnusantara
#danaAPBN
#investorasing
#investorlokal
#hunianASN
#kalimantantimur
#pembangunanIKNnusantara
#kepalaotoritaIKN

Tidak ada komentar