Breaking News

Kemiskinan di Banten Meningkat, BPS: Dampak Kenaikan BBM

Warga beraktivitas di perkampungan nelayan miskin di Pandeglang, Provinsi Banten. Foto; net

WELFARE.id-Tingkat kemiskinan di Provinsi Banten meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mengungkapkan salah satu penyebabnya yakni naiknya bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022 lalu.

Dalam waktu empat bulan, jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten bertambah sebanyak 15.640 orang menjadi 829.660 orang per September 2022

"Jadi adanya peningkatan kemiskinan di Banten pada September 2022, sama dengan nasional terjadi (faktor) kenaikan BBM, kenaikan Pertalite, solar, juga Pertamax jadi secara nasional semua provinsi mengalami kenaikan BBM," kata Ahli Madya BPS Banten Indra Warman dikutif Kamis (19/1/2023).

Berdasarkan data BPS Banten, jumlah penduduk miskin pada periode September berjumlah 829,66 ribu orang atau naik 15 ribu orang sejak periode Maret 2022.

Kenaikan BBM ini juga jadi faktor inflasi umum di Banten yang naik menjadi 3,08 persen di periode Maret-September 2022 yang berpengaruh pada jumlah warga miskin.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode tahun sebelumnya. Secara umum, kata Indra juga, angka kemiskinan di Banten adalah 6,24 persen.

Untuk diketahui sejak Maret 2020 sampai September 2022 terjadinya pandemi COVID-19 yang berpengaruh pada jumlah penduduk miskin.

Naiknya pertumbuhan warga miskin di Banten ini paling banyak terjadi di wilayah perkotaan dibandingkan di pedesaan.

Garis kemiskinan yang jadi ukuran faktor seseorang dikategorikan miskin juga bertambah yaitu menjadi Rp599 ribu per kapita per bulan pada September 2022. Sedangkan di bulan Maret hanya Rp570 ribu per kapita per bulan.

Untuk komoditi makanan yang berpengaruh pada faktor kemiskinan yang meningkat di perkotaan tadi menurut Indra dipengaruhi konsumsi warga terhadap rokok. Ini berbeda dengan warga desa yang jenis komoditinya berpengaruhnya adalah beras.

Sedangkan untuk komoditi nonmakanan yang di urutan pertama adalah konsumsi perumahan. Dan tertinggi kedua baik di desa dan di kota adalah faktor kebutuhan terhadap BBM.

"Kenaikan BBM terjadi gejolak harga, namun demikian catatan kita rokok kretek filter yang punya peran garis kemiskinan kita meningkat," jelasnya juga.

Menanggapi kenaikan angka kemiskinan di wilayah yang dia pimpin, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengaku Pemprov Banten bersama pemda kabupaten dan kota telah berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai program bantuan sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

"Kita baik pemerintah (pusat) maupun pemerintah daerah akan terus menggulirkan program-program yang bersifat bantuan. Bantuan sosial kita terus kuatkan,” kata Al Muktabar melalui keterangan tertulisnya, Kamis (19/1/2023).

Dikatakan Al Muktabar juga, angka kemiskinan pada September 2022 dibanding dengan Maret 2022 terjadi peningkatan sebesar 0,08 persen. Dia menilai peningkatan angka kemiskinan terjadi di wilayah perkotaan yang penduduknya mobile dan aksebilitasnya tinggi.

Sedangkan untuk wilayah di pedesaan, lanjut Al Muktabar, justru keadaan kemiskinannya menurun atau keadaannya baik.

"Di pedesaan itu basis kehidupan masyarakatnya relatif stabil kondisinya. Usaha-usaha masyarakat sektor agro, khususnya  usaha kecil menengah itu menjadi faktor penentu sehingga akan terus didorong dan ditingkatkan," ujar Al Muktabar juga. (tim redaksi)

#kemiskinan
#wargamiskinnaik
#pemprovbanten
#bpsbanten
#kenaikanbbm
#dampakcovid19

Tidak ada komentar