Breaking News

Kembali ke Dunia Politik, Romahurmuziy Mantan Napi Korupsi Jabat Ketua Majelis Pertimbangan PPP

M Romahurmuziy mengenakan rompi orange atau rompi tersangka di gedung KPK. Foto: net

WELFARE.id - Baru dua tahun keluar dari penjara, mantan terdakwa korupsi M Romahurmuziy alias Rommy kembali terjun ke dunia politik. Dia kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Kabar ini diketahui publik lewat unggahan Romi, sapaan akrab Romahurmuziy, di akun Instagram @romahurmuziy. Dalam unggahannya, Romi mengunggah Surat Keputusan DPP PPP per 27 Desember 2022 yang berisi Perubahan Susunan Personalia Dewan Pertimbangan DPP PPP 2020-2025.

Surat keputusan itu juga menerangkan kalau M Romahurmuziy sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP. Romi didampingi lima wakil-wakil ketua yang terdiri dari Wardatul Asriyah, Nu'man Abdul Hakim, Anang Iskandar, Syarif Hadler dan Witjaksono.

Kemudian, Sekretaris Anas Thahir dan wakil-wakil sekretaris Hizbiyah Rochim dan Irene Rusli Halil. Surat ditetapkan di Jakarta 27 Desember 2022 ditanda tangani Plt Ketua Umum, Muhamad Mardiono dan Sekretaris Jenderal Moh, Arwani Thomafi.

Terkait kembalinya Rommy ke dunia politik, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara. KPK pada prinsipnya menghormati hak setiap eks terpidana korupsi untuk mendapatkan kembali hak politiknya. 

Namun KPK mengingatkan bahwa kasus korupsi tidak serta merta selesai ketika terdakwa menyelesaikan kewajiban hukumannya namun juga bagaimana menimbulkan efek jera agar masyarakat tidak melakukan tindakan serupa. 

”KPK pada prinsipnya menghormati hak setiap mantan narapidana korupsi sebagai WNI dalam berserikat, berkumpul, dan beraktivitas dalam lingkungannya masing-masing, termasuk kegiatan politik, sepanjang memang tidak dibatasi oleh putusan pengadilan terkait pencabutan hak politik," terang Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Senin (2/1/2023). 

KPK juga mengharapkan para mantan narapidana korupsi, termasuk Rommy dapat menyampaikan pesan kepada lingkungannya bahwa efek jera dari penegakan hukum tindak pidana korupsi itu nyata.

Apalagi, kata Ali juga, korupsi tidak hanya berimbas pada diri pelakunya yang pastinya akan menghadapi konsekuensi hukuman penjara tetapi juga terhadap keluarga dan lingkungannya.

”Hal ini patut menjadi pembelajaran kita bersama. Terlebih salah satu pelaku korupsi terbanyak yang ditangani KPK adalah produk dari proses politik, baik yang berkiprah pada ranah eksekutif maupun legislatif," tambahnya. 

Untuk diketahui, sebelumnya Rommy saat menjabat Ketua Umum PPP terjerat perkara suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2018-2019. (tim redaksi)


#dppppp
#partaipersatuanpembangunan
#romahurmuziy
#ketuamajelispertimbangan 
#kpk
#mantannarapidana
#kasuskorupsi

Tidak ada komentar