Breaking News

Kasus Serial Killer Bekasi-Cianjur, Ini Fakta-Fakta Pembunuhan Sadis Oleh Wowon Cs

Tiga pelaku pembunuhan berantarai sadis yakni Wowon Erawan alias Eki, Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin. Foto: Istimewa 

WELFARE.id-Polisi terus menyelidiki kasus serial killer yang dilakukan oleh Wowon Cs. Dari hasil penyelidikan sementara, Polda Metro Jaya membeberkan sejumlah fakta atau temuan baru terkait kasus pembunuhan berantai tersebut.

Adapun ketiga pelaku pembunuhan yang sudah ditangkap polisi adalah Wowon Erawan alias Eki, Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin. Mereka membunuh para korbannya dengan modus penggandaan uang dan supranatural.

Dari penyelidikan, total ada 9 korban tewas dalam kasus ini yang ditemukan di Bekasi, Cianjur, hingga Garut, tapi jasad yang ditemukan baru 8 orang. Mereka adalah Maemunah, Ridwan Abdul Muiz, Riswandi, Halimah, Bayu, Wiwin, Noneng, Farida, serta Siti.

Dari hasil penyelidikan, motif para tersangka melakukan serangkaian pembunuhan ini adalah untuk menguasai harta korban dan menutupi aksi kejahatan dengan modus penggandaan uang.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih terus melakukan proses penyelidikan guna mengusut serial killer Wowon Cs ini tuntas.

Berikut fakta-fakta baru kasus pembunuhan berantai yang menggegerkan publik tersebut. 

1. Terungkap dari Kasus Keracunan
Kasus serial killer ini terungkap dari keracunan satu keluarga berjumlah 5 orang di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 3 korban meninggal dan dua selamat.  

Dari kasus ini, polisi akhirnya menguak kasus pembunuhan berantai dengan modus penggandaan uang yang telah menewaskan 6 orang. 

2. Wowon Minta Mertua Bunuh Siti
Identitas korban tewas yang dikubur di Garut terungkap bernama Siti. Ia merupakan seorang TKW yang menjadi korban penipuan aksi penggandaan uang.

Siti kemudian menjadi sasaran pembunuhan karena menagih janji penggandaan uang ke Wowon cs. Saat ditanya soal janji itu, Wowon meminta Siti untuk mengambilnya ke Mataram, NTB.

Wowon pun memerintahkan Noneng yang merupakan mertuanya untuk mengantar Siti. Dia sekaligus memberikan instruksi kepada Noneng agar mendorong Siti ke laut.

"(Yang membunuh Siti) Noneng, karena diperintah oleh Wowon, dia mendorong Siti ke laut di Surabaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko kepada wartawan Sabtu (21/1/2023).

3. Wowon Punya 6 Istri
Muncul fakta baru bahwa tersangka Wowon memiliki enam orang istri. Dari informasi yang dihimpun, identitas keenam istri Wowon yakni Wiwin, Ende, Heni, Iis, Maemunah, serta Halimah.

Dari keenam istri itu, tiga di antaranya tewas di tangan para tersangka serial killer ini. Pertama, adalah Wiwin yang kerangka tulangnya ditemukan dalam lubang di sebuah rumah di Cianjur.

Kedua, adalah Maemunah yang tewas karena diracun di Bantargebang, Kota Bekasi. Terakhir adalah Halimah yang dibunuh di Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Halimah ternyata merupakan ibu Maemunah. Sebelum menikahi Maemunah, Wowon lebih dulu menikah dengan Halimah. 

4. Kumpulkan Uang Rp1 Miliar
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan aliran uang sebesar Rp1 miliar. Uang ini berasal dari para TKW yang ditipu oleh tersangka dengan modus penggandaan uang.

"Sejauh ini yang kami temukan ada aliran dana Rp1 miliar," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Sabtu (21/1/2022). "Dede ini yang menghimpun dana dari sejumlah TKW," ucapnya juga. 

Polisi masih mendalami ada berapa TKW yang mentransfer uang-uang yang dikumpulkan para tersangka tersebut. Namun, uang itu ditransfer secara berkala setiap bulan ke rekening itu sejak April 2019.

Dede diduga hanya sekadar menjadi pihak penampung uang tersebut. Sebab, kartu ATM dari rekening itu dipegang oleh tersangka Wowon.

5. Korban Noneng Dilaporkan Hilang ke Polres Cimahi
Noneng, salah satu korban serial killer Wowon Erawan Cs sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polres Cimahi. Ia merupakan mertua Wowon. Noneng juga merupakan ibu dari istri Wowon, yakni Wiwin yang juga menjadi salah satu korban tewas.

"Ternyata salah satu korban atas nama almarhum Noneng ada laporannya, ada laporan kehilangannya di Polres Cimahi," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.

Nyatanya, Noneng dibunuh oleh tersangka Duloh. Jasad Noneng kemudian dimasukkan ke lubang di sebuah rumah Cianjur bersama dengan jasad anaknya, Wiwin.

6. Runtutan Kematian 9 Korban
Dari 9 korban tewas, Siti dan Farida diduga menjadi sosok pertama dari rangkaian aksi pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Wowon Cs. Keduanya merupakan seorang TKW.

Dugaan ini didasari karena Wowon menyuruh Noneng yang merupakan mertuanya untuk mendorong Siti ke laut di Surabaya. Jasad Siti yang kemudian ditemukan oleh warga lantas dimakamkan di Garut. 

Sementara korban Farida dikuburkan di dalam lubang di sebuah rumah di Cianjur. Noneng menjadi korban selanjutnya dengan tersangka Duloh sebagai eksekutor. Setelah Noneng tewas, barulah Wowon menghabisi nyawa istrinya Wiwin yang juga merupakan anak dari Noneng.

Korban Noneng dan Wiwin dibunuh pada hari yang sama. Setelah tak bernyawa, keduanya lantas dikubur dalam lubang yang sama di Cianjur.

Kemudian, aksi pembunuhan terhadap Halimah dilakukan oleh Duloh. Saat pembunuhan terjadi, Halimah masih berstatus sebagai istri Wowon.

Halimah tewas, Wowon lantas menikah dengan Maemunah. Ia merupakan anak Halimah. Dari pernikahan ini, keduanya memiliki dua anak yakni Bayu dan Neng Ayu.

Namun, Bayu kemudian dibunuh oleh Duloh di Cianjur dan kemudian dikuburkan dalam sebuah lubang di samping rumah Wowon.

Selanjutnya, rangkaian aksi pembunuhan berpindah ke Bantar Gebang, Kota Bekasi. Di sini, tiga orang dibunuh dengan cara diracun dan dicekik. Yakni Maemunah, Ridwan Abdul Muiz, dan Riswandi. (tim redaksi)


#pembunuhanberencana
#serialkiller
#pembunuhanbekasi-cianjur
#poldametrojaya
#wowoncs
#pembunuhansadis
#ditreskrimum

Tidak ada komentar