Breaking News

Kasus Naik 32 Kali Lipat, 55 Daerah di 31 Provinsi Tetapkan KLB Campak

Penyuntikan vaksin campak pada anak saat BIAN 2022 lalu di Jakarta. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kasus kejadian campak melonjak sepanjang 2022 ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat terjadi 3.341 kasus campak sepanjang 2022 yang tersebar di 31 provinsi. 

Jumlah kasus campak ini meningkat 32 kali lipat dibandingkan tahun 2021. Karena itu, Kemenkes menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine mengatakan sebanyak 55 daerah di 34 kabupatan/kota mengumumkan penyebaran kasus campak sebagai kejadian luar biasa (KLB) campak.

”Kenaikan kasus campak di tahun 2022 terjadi karena target imunisasi rutin untuk anak-anak tidak dapat tercapai selama 2 tahun berturut-turut pada 2020-2021," jelas Prima, dalam konferensi pers di kantor Kemenkes, Jakarta, Jumat (20/1/2023).

Prima menjelaskan, data kasus campak konfirmasi laboratorium selama 2022 sebagian tidak pernah di imunisasi (58 persen). Hanya terdapat 7 persen kasus yang sudah mendapat 2 dosis atau lebih imunisasi campak-rubela.

Selanjutnya, terdapat 5 persen kasus mendapat 1 dosis imunisasi campak-rubela, sedangkan 30 persen kasus tidak diketahui status imunisasinya.

"Tahun 2018-2019 target imunisasi dipenuhi dengan cukup baik, sehingga kasus campak di tahun 2021 bisa ditekan," paparnya juga.

Peningkatan kasus campak yang terjadi di Indonesia tidak lain disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan kebijakan pemerintah yang mengimbau masyarakat untuk di rumah saja.

”Kondisi ini membuat orang tua tidak berani membawa anaknya ke luar rumah, sehingga angka imunisasi pun turun," papar Prima juga.

Sementara itu, capaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada 2022 hanya sebesar 72,5 persen. Adapun target BIAN untuk mengejar imunisasi campak dan rubella di luar Jawa-Bali belum sempurna. Dari target 95 persen, dan realisasinya hanya 60,13 persen.

Sedangkan, program BIAN di Pulau Jawa dan Bali sudah mencapai target sebesar 98 persen, sehingga tetap capaian BIAN nasional hanya menyentuh angka 72,2 persen dari target 100 persen.

Adapun sasaran BIAN dibagi menjadi 3 kategori, diantaranya:

a. Anak usia 9 bulan - 15 tahun (Aceh, Riau, Kep. Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat).

b. Anak usia 9 bulan - 12 tahun (Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, seluruh provinsi di Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua).

c. Anak usia 9 bulan - 5 tahun (DKI Jakarta, Banten, dan seluruh Provinsi di Pulau Jawa).

Prima menambahkan, imunisasi campak rutin harus diberikan kepada anak sebanyak 3 kali. Pertama saat masih bayi, kedua diberikan sebelum 2 tahun atau saat 18 bulan. Dan ketiga, diberikan saat memasuki kelas 1 sekolah dasar (SD).

"Kemenkes telah menyediakan fasilitas imunisasi campak gratis di seluruh puskesmas atau layanan imunisasi untuk masyarakat," pungkasnya juga. (tim redaksi)


#kesehatan
#campak
#kementeriankesehatan
#imunisasi
#bulanimunisasianaknasional
#kejadianluarbiasa
#klb

Tidak ada komentar