Breaking News

Jadi Daerah Penyangga Ibu Kota, 1.780 KK di Kota Tangsel Masih BAB Sembarangan

Ilustrasi larangan BAB sembarangan. Foto: net

WELFARE.id-Meski menjadi daerah penyangga Ibu Kota RI dengan moto modern, cerdas, relijius tapi hingga kini ternyata masih banyak warga di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang tidak punya tempat buang hajat. Akibatnya ribuan kepala keluarga (KK) di wilayah itu masih buang air besar (BAB) sembarangan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) mengakui ada 1.789 kepala keluarga (KK) di wilayahnya yang masih (BAB) sembarangan. Itu terjadi karena rumah mereka tidak ada WC dan  tidak memiliki septic tank. 

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel menjanjikan memberikan bantuan kepada warga berupa biotank sekaligus pemasangannya mulai Februari 2023.

Tercatat, Kecamatan Setu merupakan kecamatan dengan jumlah warga yang BAB sembarangan terbanyak yakni berjumlah 458 KK. Disusul Kecamatan Serpong sebanyak 339 KK, Kecamatan Pamulang sebanyak 315 KK, dan Kecamatan Pondok Aren sebanyak 307 KK.

Selanjutnya, Kecamatan Serpong Utara sebanyak 210 KK, lalu sebanyak 94 KK di Kecamatan Ciputat dan 66 KK di Kecamatan Ciputat Timur.
 
"Data dari Dinkes Kota Tangerang itu ada sebanyak 1.789 KK warga yang belum punya WC.  Rencana sekitar 1.789 KK  tersebut akan kita beri biotank. Insya Allah tahun ini harusnya selesai," terang Kabid Air Minum dan Air Limbah DCKTR Kota Tangsel, Budi Rachmat,  Jumat (20/1/2023).

Meskipun Kota Tangsel merupakan wilayah penyangga Jakarta, Budi mengakui, masih cukup banyak warga yang BAB sembarangan. Sehingga pembangunan biotank atau septic tank modern menjadi hal yang harus dilakukan. 

"Saat ini semua daerah gencar mengkampanyekan daerahnya jadi ‘Kota Sehat’ agar angka stunting menurun. Karena ketidakpunyaan toilet sehat jadi penyebab stunting," ucap Budi juga.

Menurutnya lagi, Pemkot Tangsel berupaya menurunkan angka stunting yang nyaris menembus angka ambang batas 20 persen. Dalam proses untuk merealisasikan pembangunan biotank kepada 1.800 KK, sambung Budi, DCKTR Kota Tangsel sedang melakukan survei ke lapangan untuk memeriksa langsung rumah yang belum memiliki septic tank.

Rencananya, pada akhir Februari 2023, pembangunan biotank bervolume 800 liter sudah mulai dilakukan. "Survei berjalan mulai Januari ini, jadi sekarang kami sedang survei untuk mengecek langsung di titik koordinat. Target saya tahapan survei ini paling lama sebulan. Besar harapan saya, Februari atau bulan depan sudah mulai pelaksanaan pembangunan biotank," ungkapnya.

Budi juga mengatakan bantuan tersebut tidak hanya berupa biotank saja, tetapi juga pemasangannya. Sehingga masyarakat yang masuk data BABS tersebut dapat menerimanya secara cuma-cuma.

"Iya (masyarakat terima beres), sudah langsung berfungsi biotanknya. Biotank hanya menampung untuk kotorannya, airnya ke sumur resapan. Diupayakan setiap tiga tahun atau sekian tahun disedot," ujar Budi lagi. (tim redaksi)


#kesehatan
#babsembarangan
#stunting
#kotatangsel
#provinsibanten
#daerahpenyanggaibukota
#dinascktrtangsel
#dinkestangsel

Tidak ada komentar