Breaking News

ISIS Klaim Jadi Pelakunya, 20 Orang Tewas Akibat Bom Bunuh Diri di Luar Kemenlu Afghanistan

Asap membumbung tinggi usai terjadinya ledakan di luar gedung Kemenlu Afghanistan, Rabu 911/1/2023). Foto: AFP

WELFARE.id-Sebuah ledakan cukup keras terjadi di sekitar Gedung Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Afghanistan yang berlokasi di Kabul, Ibu Kota Afghanistan, Rabu (11/1/2023). Akibat peristiwa itu, 20 orang dilaporkan tewas.

”Sebuah ledakan terjadi hari ini di jalan sekitar Kementerian Luar Negeri yang mengakibatkan lima warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka," kata Juru Bicara Kepolisian Kabul Khalid Zadran seperti dikutip AFP.

Seorang pejabat Taliban menyebutkan, 20 orang tewas dan beberapa lainnya terluka. Sementara polisi setempat mengumumkan korban tewas lima orang. Demikian seperti dikutip dari BBC, Kamis (12/1/2023).

Pelaku disebut gagal memasuki gedung Kemenlu Afghanistan untuk melakukan aksinya di dalam gedung tersebut, sebelum akhirnya meledakkan diri.

Di wilayah yang sama dengan lokasi kejadian terdapat kedutaan besar sejumlah negara, termasuk Kedubes Tiongkok (China, Red) dan Turki.

Kelompok ISIS lokal atau yang dikenal dengan ISIS-K atau ISIS-Provinsi Khorasan mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan tersebut.

Laporan menyebutkan bahwa delegasi Tiongkok dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan pejabat Afghanistan di gedung Kemenlu pada saat serangan bom bunuh diri terjadi. 

Namun, pejabat senior di kantor Perdana Menteri (PM) Afghanistan, Ahmadullah Muttaqi mengonfirmasi tidak ada orang asing yang hadir di kementerian saat ledakan terjadi.

Badan kemanusiaan Italia, Emergency NGO di Kabul mengatakan, mereka merawat lebih dari 40 orang terluka. Jumlah korban pun terus meningkat.

Polisi Kabul menggambarkan serangan bom bunuh diri sebagai tindakan pengecut. Afghanistan telah diguncang puluhan ledakan sejak Taliban merebut kekuasaan tahun lalu dari pemerintah sipil yang didukung Amerika Serikat (AS). 

Sebagian besar serangan diklaim oleh ISIS. Tapi, Taliban cenderung meremehkan jumlah korban dalam insiden ledaka semacam itu.

Sedangkan Misi Bantuan PBB di Afghanistan (UNAMA) dan sejumlah negara, termasuk Pakistan, mengutuk serangan bom bunuh diri tersebut.

"Meningkatnya ketidakamanan di Afghanistan merupakan keprihatinan serius. Kekerasan bukanlah bagian dari solusi apapun untuk membawa perdamaian abadi. Belasungkawa kami kepada keluarga yang terdampak," twit UNAMA.

Perwakilan Amerika Serikat (AS) untuk Afghanistan Thomas West juga turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Belasungkawa mendalam kepada keluarga korban serangan teroris di Kabul hari ini, saya telah melihat laporan setidaknya 20 orang tewas dan banyak lagi yang terluka. Kekerasan ini tidak ada gunanya," kicaunya di Twitter. (tim redaksi)


#afghanistan
#aksikekerasan
#ledakanbom
#bombunuhdiri
#isis
#kantorkemenluafghanistan
#kabul

Tidak ada komentar