Breaking News

IHSG Diprediksi Naik 10%, Berikut Saham Cuan yang Bisa Dipertimbangkan

Fluktuasi saham. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Memasuki pekan pertama awal tahun 2023, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi naik 10% dibanding tahun lalu. Proyeksi tersebut dianggap cukup moderat, di tengah ancaman krisis global dan pertumbuhan ekonomi Indonesia jelang Pemilu 2024.

"Kalau tahun ini bisa ditutup di 7.100, secara umum tahun depan kebanyakan analis mengharapkan kenaikan maksimal 10% dari level penutupan tahun 2022. Kalau di Desember 2022 kita kurang bisa optimal karena saham yang market cap besar itu turun terus tiap hari, tidak tahu sampai kapan. Berarti kita harus tunggu, mau tidak mau,” jelas Head of Research NH Korindo Sekuritas Liza C Suryanata dalam diskusi virtual, dikutip Senin (2/1/2023).

Dia mengakui, proyeksi tersebut lebih kecil dari target para analis sejak awal tahun. Dari awal 2022, banyak analis menargetkan di akhir tahun IHSG bisa sampai 7.500-7.400. 

Namun Liza lebih konservatif dan mengatakan, bila IHSG bisa kembali ke level 7.355 dinilainya sudah bagus. Liza berharap, awal tahun depan indeks mampu menunjukkan perbaikan, dengan adanya January Effect.

Sembari pelaku pasar mengamati kondisi terkini ekonomi global kuartal pertama. "Intinya, tahun 2023 berdasarkan penutupan 2022, kebanyakan analis bilang kurang lebih 10%. Tidak lebih. Kalau lebih takutnya ambisius,” tegasnya.

Sebagai arahan untuk perdagangan saham 2023, Liza menyarankan investor mengamati sektor pertambangan, energi, barang konsumen primer, hingga barang baku. Di sektor perbankan, emiten dengan lini bisnis batu bara dinilai masih bisa berjaya tahun depan.

Hal tersebut, didukung pelonggaran zero covid policy di Tiongkok dan krisis gas akibat perang Rusia Ukraina yang membuat "emas hitam" Indonesia dapat banyak pesanan. "Harga komoditas diperkirakan masih volatile. Bisa dipakai kesempatannya. Cari celah untuk trading, harga coal masih di atas USD400 per ton, winter belum berakhir,” imbuhnya.

Sedangkan untuk Nikel, pada 2023, banyak perusahaan gencar memproduksi kendaraan listrik yang membuat bisnis ini berprospek. Dari sektor barang konsumen primer, Liza menjagokan bisnis crude palm oil (CPO) yang juga punya peluang besar diekspor.

“Secara konservatif, kami masih suka dengan (sektor) banking dan telekomunikasi. Internet jadi prioritas saat ini, jadi sektor ini diperkirakan masih terus berjaya,” prediksinya.

Di sisi global, dunia diperkirakan akan menghadapi resesi ekonomi pada 2023 dan dampaknya akan sampai pasar saham. Akan tetapi, ada jenis saham tertentu yang memiliki peluang bersinar di saat zaman gelap tahun depan.

JP Morgan melihat peluang value stock untuk bersinar pada 2023 dibandingkan growth stock. Alasannya adalah saham-saham yang tergolong growth stock valuasinya masih mahal ketimbang value stock yang dianggap mulai atraktif saat ini.

"Kami memiliki keyakinan yang lebih kuat bahwa value stock akan lebih tinggi pada akhir 2023 daripada yang kami lakukan untuk growth stock yang masih terlihat mahal," tulis JP Morgan dalam risetnya, dikutip Senin (2/1/2023). Mereka menyarankan, saham dengan pembagian dividen yang rutin dapat menjadi pegangan investor menghadapi tahun gejolak, 2023.

Pembayaran dividen mampu mengkompensasi kerugian dari turunnya harga saham. Mungkin juga sebagai penambah kekayaan dari portfolio yang bertahan. 

Sehingga dividen menjadi safety net bagi investor ketika ekonomi dalam ketidakpastian. Saham dividen berpotensi memiliki performa yang baik pada 2023 karena menjadi pilihan investor.

Dana Moneter Dunia (IMF) memprediksi, pertumbuhan ekonomi global pada 2023 sebesar 2,7%. Pencapaian ini turun dari 2022 sebesar 3,2% dan 2021 sebesar 6%.

Penurunan harga saham tampaknya mulai merefleksikan kondisi pendapatan perusahaan yang berpotensi turun ke depan. "Ini mendukung pandangan kami bahwa pasar sudah mempertimbangkan berita yang lebih buruk daripada perkiraan perkiraan pendapatan konsensus," masih tulis mereka.

Setelah penurunan harga saham mulai 'ngerem', titik balik akan segera tiba dan membuat JP Morgan yakin bahwa saham akan bullish tahun depan. "Secara keseluruhan, meskipun kami tidak menyebutkan batas bawah untuk pasar saham, menurut kami risiko vs imbalan untuk ekuitas pada 2023 telah meningkat, mengingat penurunan pada tahun lalu," banding mereka. (tim redaksi)

#saham
#dividen
#pergerakansaham2023
#IHSG
#investor
#prediksisaham2023

Tidak ada komentar