Breaking News

IHSG Dibuka Melemah Hari Ini, Emiten Tambang Berpotensi Diburu Investor

Grafik saham. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/1/2023) pagi, dibuka melemah 15,58 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.606,92. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,49 poin atau 0,39 persen ke posisi 897,6.

Dalam perdagangan saham kemarin, investor asing paling banyak mengincar emiten tambang di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG). Saham tambang ADRO, ANTM hingga MDKA masuk dalam jajaran saham-saham yang mencatatkan net buy tertinggi oleh investor asing pada perdagangan kemarin.

Secara rinci, saham favorit asing yakni ADRO dengan net buy Rp96,2 miliar, ANTM dengan net buy Rp29,5 miliar, ITMG Rp13,1 miliar, MDKA Rp12,1 miliar, dan BBKP Rp11,2 miliar. Di sisi lain, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total saham yang dijual asing pada perdagangan kemarin mencapai Rp516,74 miliar. 

Saham di sektor perbankan tercatat paling banyak mencatatkan dilego oleh asing pada perdagangan, kemarin. Adapun saham yang paling banyak dijual investor asing adalah tertinggi adalah BBCA dengan nilai net sell mencapai Rp225,3 miliar, BBRI Rp200,1 miliar, BMRI Rp187 miliar, INDF Rp48,9 miiar, dan BBNI Rp45,9 miliar.

IHSG ditutup di zona merah pada perdagangan, Selasa (10/1/2023). IHSG ditutup di angka 6.622,499 turun 0,98 persen atau 65,766 poin. 

Indeks bergerak di rentang 6.570,243 sampai 6.677,169. Kapitalisasi pasar turun ke Rp9.194,80 triliun dari Rp9.259 triliun pada penutupan sebelumnya. 

Terdapat 150 saham menguat, 382 saham berakhir di zona merah, dan 181 saham stagnan. Mayoritas indeks sektoral terpantau parkir di zona merah, kecuali sektor energi yang menguat 1,58 persen dan industri naik 0,11 persen. 

Penurunan terdalam terjadi di sektor finansial yang turun 1,75 persen. Kemudian sektor kesehatan turun 1,23 persen dan konsumer non-cyclical terkoreksi 0,98 persen. (tim redaksi)

#pergerakansaham
#IHSG
#BEI
#hargasaham
#nilaisaham
#valuasi
#sektortambang
#sektorperbankan

Tidak ada komentar