Breaking News

Harga Hotel di Arab Saudi Melonjak Drastis, Diprediksi Ikut Kerek Biaya Umrah dan Haji 2023

Ibadah haji dan umrah. Foto: Ilustrasi/ Dok.NU Online

WELFARE.id-Biaya umrah tahun ini diprediksi akan mengalami kenaikan. Kemungkinan itu diungkapkan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri).

Mereka mengatakan, prediksi kenaikan biaya umrah tersebut dipicu adanya lonjakan drastis harga hotel di Arab Saudi. Naiknya tidak main-main, mencapai 300 persen!

Menurut Sekretaris Jenderal Amphuri Farid Aljawi, faktor utama melonjaknya harga hotel di Arab Saudi disebabkan tingginya antusias masyarakat muslim dari seluruh negara untuk melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci. Setelah pembatasan ibadah akibat pandemi COVID-19.

Ia menyebut, kondisi ini merupakan kali pertama, dimana hotel di Makkah dan Madinah full booked dan sulit didapat. Meski demikian, lanjutnya, sejauh ini belum ada biro perjalanan yang melaporkan kenaikan tarif paket umrah akibat kondisi tersebut. 

Harga paket umrah reguler masih berkisar Rp30-35 juta per orang. "Sejauh ini, belum ada yang menaikkan harga (paket perjalanan umrah),” kata Farid kepada wartawan, dikutip Selasa (3/1/2023).

Untuk memberikan pelayanan terbaik sehingga jamaah tetap merasa aman, nyaman dan menyenangkan, Amphuri telah mengimbau pada pelaku biro perjalanan umrah agar menyampaikan kondisi yang terjadi dengan bermusyawarah untuk mufakat dengan calon jemaah umrah sehingga bisa memahami kondisi yang terjadi. 

"Jika memang harus melakukan perubahan program/jadwal keberangkatan yang semestinya ke Mekkah, namun bisa terlebih dulu ke Madinah atau sebaliknya. Bisa juga sebelum ke Madinah ke Thaif dulu,” saran mereka.

Apabila akan tetap berangkat, biro perjalanan pun dapat melakukan perubahan jenis hotel baik di bawah atau di atas klasifikasi yang telah ditentukan. "Tidak ada tambahan biaya jika down grade (hotelnya),” imbuh Farid.

Kenaikan biaya juga dipastikan bakal membayangi calon jemaah haji tahun 2023. Tak hanya masalah penginapan, adanya pajak pertambahan nilai (PPN) yang cukup besar juga dinilai bisa mengatrol biaya menunaikan rukun Islam kelima itu.

Kemudian juga potensi kenaikan harga layanan tenda saat masa Arafah, Mudzalifah, dan Mina (Armuzna). Prediksi kenaikan harga biaya haji itu disampaikan Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi.

Ia menyebut, para jemaah haji khusus saat ini mulai mempertanyakan kuota dan biaya haji terbaru. Mereka (calon jemaah haji khusus) pertama menanyakan kepastian keberangkatan dan juga harga yang sudah naik 20-30 persen.

Untuk PPN sudah ada kenaikan 20 persen. Syam menjelaskan ketentuan PPN tersebut berdampak pada ongkos sewa hotel, transportasi, dan layanan katering selama di Saudi.

"Kenaikan biaya haji yang mencapai 30 persen tahun lalu, juga dipengaruhi biaya layanan masa Armuzna. Untuk harga terbaru musim haji 2023 belum dikeluarkan,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief mengatakan, biaya haji bakal naik secara proporsional. Ia mengatakan, tujuan penyesuaian biaya haji secara proporsional supaya menjaga kesinambungan pengelolaan dana haji di Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Mengingat beberapa komponen biaya haji juga mengikuti kebijakan Arab Saudi setiap tahunnya,” imbuhnya. (tim redaksi)

#biayaibadahumrah
#biayaibadahhaji
#kenaikanhargahoteldiarabsaudi
#amphuri
#sapuhi
#kebijakanarabsaudi
#kenaikanPPN
#jemaahumrah
#jemaahhaji

Tidak ada komentar