Breaking News

Geser Duo Hartono di Daftar Orang Terkaya RI, Kekayaan Low Tuck Kwong Melejit Berkat Batu Bara

Low Tuck Kwong. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Nama Low Tuck Kwong dalam daftar orang terkaya RI kian melesat. Ia bahkan berhasil menggeser posisi Budi Hartono dan Michael Hartono yang selalu berada di puncak daftar orang terkaya RI.

Ya, dalam data Real-Time Billionaires List Forbes, Low Tuck Kwong tercatat memiliki kekayaan USD25,5 miliar atau Rp397,80 triliun (kurs Rp15.600), di atas posisi Budi dan Michael yang masing-masing Rp347,88 triliun dan Rp335,40 triliun. Dikutip dari Forbes, Rabu (25/1/2023), Low Tuck Kwong dikenal sebagai raja batu bara. 

Pria kelahiran Singapura ini merupakan pendiri Bayan Resources yakni perusahaan tambang Indonesia. Selain itu, ia juga mengendalikan perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan Singapura, Metis Energy yang sebelumnya dikenal Manhattan Resources. 

Ia juga memiliki peran di The Farrer Park Company, Samindo Resources dan Voksel Electric. Tak cuma itu, ia juga terlibat di SEAX Global yang membangun sistem kabel bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.

Sementara, dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Low Tuck Kwong tercatat sebagai Direktur Utama PT Bayan Resources Tbk. Kemudian, ia menggenggam 2,03 miliar saham atau 60,93%. 

Kemudian, Bayan Resources memiliki 29 anak usaha yang kebanyakan bergerak di sektor pertambangan batu bara. Pada kuartal III-2022, Bayan Resources membukukan laba USD1,62 miliar, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya USD650,32 juta.

Dikutip dari berbagai sumber, sebelum sukses sebagai pengusaha batu bara, Low Tuck Kwong pernah bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya dan pada 1972 dan pindah ke Indonesia. Lalu, pada 1973, ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI) di bidang konstruksi. 

Pada 1988, JSI berekspansi ke bisnis penambangan batu bara dan menjadi kontraktor tambang. Low Tuck Kwong berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 1992. 

Kemudian pada 1997, ia membeli tambang batu bara melalui PT Gunungbayan Pratamacoal. Dalam biografi singkat Low Tuck Kwong yang dilansir Forbes disebutkan bahwa ia membeli tambang batu bara pertamanya tersebut setelah 5 tahun menjadi WNI.

Pada 2004, Low Tuck Kwong mengonsolidasikan aset dan mendirikan Bayan Resources. Selanjutnya pada 2008, Bayan Resources yang saat itu merupakan perusahaan tambang batu bara terbesar kedelapan di Indonesia mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Low Tuck Kwong mengaku sangat beruntung, terutama saat ia menggeluti bisnis konstruksi pada 1973. Ketika itu, usianya masih 25 tahun, tetapi berhasil mendapatkan proyek pertamanya, yaitu melakukan pekerjaan dasar untuk pabrik es krim di Ancol, pesisir Jakarta.

Saat menjalankan pekerjaannya, Low Tuck Kwong mendapat terobosan besar. Dia bertemu dengan Liem Sioe Liong alias Sudono Salim, pendiri Grup Salim. 

Liem adalah pemilik pabrik tepung terigu Bogasari di dekat pabrik es krim. "Ia melihat kami membawa tumpukan, menghentikan kami dan berbicara dengan saya. 

Saya mengatakan kepadanya bahwa saya tidak bisa berbahasa Indonesia, dan dia memberi saya kartu namanya, berbicara kepada saya dalam bahasa Mandarin dan meminta saya untuk menemuinya nanti,” kata Low Tuck Kwong, melansir Forbes.

Hal itu menyebabkan Low Tuck Kwong bekerja dengan Liem dan putra bungsunya, Anthoni Salim. “Keduanya banyak membantu kami," akunya. (tim redaksi)

#lowtuckkwong
#pengusahabatubara
#orangterkayaRI
#bayanresources
#duohartono
#forbes
#daftarorangterkayaRI

Tidak ada komentar