Breaking News

Festival Layang-Layang di India Telan Korban, 6 Nyawa Melayang

Festival Layang-Layang di India pada 2019 lalu. Foto: Ilustrasi/ AP

WELFARE.id-Festival layang-layang di India justru membuat 6 jiwa melayang. Festival yang seharusnya membawa kebahagiaan, malah berakhir tragis dan horor.

Melansir The Guardian, Kamis (26/1/2023), enam orang dilaporkan tewas saat kompetisi layang-layang di negara bagian Gujarat, India. Di antara enam korban, ada anak-anak termasuk balita berusia dua tahun. 

Mereka tewas lantaran terjerat benang. Festival layang-layang yang merupakan acara tahunan di India itu menelan korban korban jiwa karena para peserta menggunakan benang dengan lapisan khusus untuk memutuskan tali layang-layang lawan.

Polisi menyebut, enam korban dalam festival yang digelar pada 14 Januari lalu setelah leher mereka teriris benang gelasan. Tiga anak-anak, termasuk balita berusia dua tahun, termasuk di antara yang tewas setelah benang gelasan yang tajam, yang digunakan oleh “petarung layang-layang” yang ikut dalam festival Uttarayan.

Selain menewaskan enam orang, polisi juga mengungkap 176 orang lainnya mengalami luka-luka dan jatuh dari tempat mereka menonton. Peristiwa terjadi saat ribuan orang, dari berbagai distrik berbondong-bondong ke lapangan terbuka. 

Peserta menerbangkan layang-layang dan beradu di udara dengan saling berupaya memutuskan tali layangan lawan mereka. Secara tradisional, tali layangan dibuat dari benang katun. 

Namun, dalam beberapa tahun ini, petarung layang-layang India menggunakan tali sintetis atau nilon yang tajam yang dilapisi gelas bubuk yang disebut manjha China, yang hampir semuanya dibuat di India. 

Manjha yang berasal dari Tiongkok, tidak mudah putus. Namun, Manjha dilarang di India sejak 2017 dan siapapun yang kedapatan menjual atau menggunakan benang pembunuh itu menghadapi ancaman denda dan hukuman penjara maksimal lima tahun. (tim redaksi)

#festivallayanglayang
#festivallayanganberakhirtragis
#festivallayangandiindia
#enamkorbantewas
#manjhachina
#talilayangansintesis

Tidak ada komentar