Breaking News

Emiten Batu Bara Makin Mengkilat, Pekan Lalu Saham BUMI Melonjak

Ilustrasi perusahaan batu bara. Foto: net

WELFARE.id-Selama pekan lalu, harga saham emiten batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melanjutkan tren penguatan di bursa saham.

Pada penutupan perdagangan, Jumat (20/1/2023) lalu, saham BUMI ditutup di level Rp 158/saham, menguat 5,33 persen dibandingkan sehari sebelumnya yang berada  di level Rp 150/saham.

Sementara jika dibandingkan pekan lalu, saham emiten batu bara ini melesat 9,72 persen dari level Rp144. Berdasarkan catatan RTI, BUMI termasuk salah satu saham yang aktif diperdagangkan hari itu dengan turnover Rp204 miliar dan salah satu top gainers.

Tren penguatan BUMI juga direspons dengan rekomendasi BUY dari RHB Sekuritas, dengan posisi support Rp 144 dan resistance Rp 171. Pada perdagangan hari ini, investor domestik masih mendominasi aksi jual beli dari saham emiten batu bara ini. 

Tercatat aksi beli investor domestik mendominasi 46,97 persen dengan 1,2 miliar saham senilai Rp 192,7 miliar. Sementara aksi jual investor domestik 44,31 persen dengan 1,2 miliar saham senilai Rp181,8 miliar.

Untuk investor asing, terlihat lebih banyak aksi jual dibandingkan aksi beli. Tercatat aksi beli hanya 3,03 persen untuk 81,1 juta saham senilai Rp12,4 miliar. Kemudian aksi jual 5,69 persen sebanyak 150,6 juta saham senilai Rp23,3 miliar.

Sebelumnya perusahaan menyatakan target produksi batu bara yang lebih besar pada tahun ini dibandingkan 2022. Adapun target produksi batu bara perusahaan pada 2023 ini dipatok sebesar 80-85 juta ton.

Sementara itu, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava berharap agar target produksi batu bara pada 2023 dapat mencapai 85 juta ton. Meski begitu, target tersebut dengan asumsi kondisi cuaca di tahun ini lebih baik.

"Kami berharap dapat memproduksi antara 80-85 juta ton pada tahun 2023," kata dia belum lama ini.

Sementara itu, realisasi produksi batu bara perusahaan sepanjang 2022 hanya mencapai 70-75 juta ton. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi produksi perusahaan di tahun 2021 yang tembus 78 juta ton. (tim redaksi)

#batubara
#hargasahamenergi
#ptbumiresourchestbk
#ptbumi
#bursasaham
#hargameningkat

Tidak ada komentar