Breaking News

Dua Titik Tanggul Laut di Pesisir Utara Jakarta Retak yang Membuat Air Laut Merembes

Seorang warga melintas di dekat rembesan air dari tanggul laut di kawasan Muara Baru tepatnya di areal Pergudangan Pelindo, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Istimewa 

WELFARE.id - Cuaca buruk membuat dua tanggul laut di lokasi berbeda di pesisir utara Jakarta untuk mencegah air laut masuk ke daratan mengalami kebocoran. 

Tembok retak di sejumlah titik menyebabkan air laut merembes masuk melalui celah tembok. Kebocoran tanggul ini terjadi di tengah-tengah potensi banjir rob yang mengancam pesisir utara Jakarta pada periode 3-10 Januari 2023 lalu.

Lokasi pertama tanggul laut yang retak itu ada di di RT 20 RW 17, Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Akibatnya, air laut merembes melalui tembok ke jalan sekitar permukiman warga.

Tembok retak di sejumlah titik, air merembes dari tembok dan menyebabkan jalanan tergenang dengan sampah plastik yang mengambang di atasnya.

Permukaan air laut juga lebih tinggi dibandingkan daratan. Di lokasi, terdapat warga yang tinggal di atas tanggul dan ada juga rumah yang berjarak sekitar dua meter hanya dipisahkan oleh jalan dari tanggul laut tersebut.

Aminah, 62, seorang warga RT 20 RW 17 Penjaringan mengaku tempat tinggalnya kerap tergenang banjir akibat air rembesan tersebut. ”Cuma rembesan aja, makanya banjir itu rembesan aja. Tapi sering juga banjirnya," terangnya. 

Informasi yang didapat dari Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov DKI, tanggul ini bukan bagian dari proyek tanggul pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

Sementara itu di titik kedua, hanya berkisar 1,3 kilometer (km) dari lokasi sebelumnya, tanggul beton Muara Baru yang merupakan proyek tanggul NCICD juga turut mengalami kebocoran.

Meski ketinggian tanggul mencapai 2-3 meter tapi permukaan air laut lebih tinggi dibanding daratan. Tembok tanggul retak hingga satu meter dengan titik kebocoran kurang lebih sebesar ibu jari orang dewasa. 

Air mengalir sejauh kurang lebih 100 meter dari titik kebocoran dan menyebabkan genangan sekitar 7-12 centimeter (cm) di akses jalan.

Tidak terlihat rumah warga yang terbangun di dekat tanggul retak tersebut. Berdasarkan pantauan, rumah warga terdekat berada kisaran 1,5 km dari lokasi tanggul tersebut.

Sekretaris Dinas Sumber Data Air (SDA) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengaku pihaknya kini tengah melakukan pengkajian dan segera membenahi kebocoran tersebut.
”Teman-teman lagi pengkajian, tahun ini akan diperbaiki," terangnya, Rabu (4/12/2023).

Sementara dalam menghadapi potensi banjir rob di pesisir utara Jakarta pada periode 3-10 Januari 2023, pihaknya juga telah menyiapkan pompa air. "Mayoritas pompa air kita itu di Jakarta Utara, karena di sana bagian hilir," ucapnya juga. 

Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya mengingatkan warga di pesisir utara Jakarta untuk mewaspadai potensi banjir rob yang terjadi pada periode 3-10 Januari 2023.

"Waspada banjir pesisir. Durasi: 03 Januari s.d 10 Januari 2023," tulis BPBD melalui unggahan di akun Instagram-nya, Minggu (1/1/2023).

Berdasarkan informasi dari BMKG, BPBD menyebut bahwa ada fenomena bulan purnama (full moon) pada 6 Januari 2023 berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum.

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, diantaranya Pesisir utara DKI Jakarta. (tim redaksi)


#cuacaburuk
#tanggulbocor
#dkijakarta
#jakartautara
#ancamanbanjir
#banjirrob
#dinassdadkijakarta
#bpbddkijakarta

Tidak ada komentar