Breaking News

Dua Pemotor Tewas usai Tabrak Truk Parkir Sembarangan di Samarinda, Dua Sopir Jadi Tersangka

Kapolresta Samarinda Kombespol Ary Fadli menunjukan foto dua truk yang ditabrak pemotor saat konferensi pers, Kamis (12/1/2023). Foto: istimewa

WELFARE.id-Penyebab kelalaian hingga membuat orang celaka bahkan meninggal dunia, penyidik Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda menetapkan dua sopir truk sebagai tersangka, usai dua pemotor tewas menabrak truk yang mereka parkir di bahu jalan.

Peristiwa pertama terjadi pada Kamis (29/12/2022) sekitar pukul 22.30 Wita di Jalan Trikora, Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). 

Pengendara motor, Andhika Pradana, 18, meninggal dunia usai motornya dengan nomor polisi KT 2613 BAI menabrak truk bermuatan kontainer bernomor polisi KT 8430 KU dengan sopir bernama Nistan, 31 tahun.

Berikutnya, pada Kamis (5/1/2023) terjadi di Jalan Pangeran Surnayata, Bukit Pinang, Kota Samarinda, Kaltim  sekitar pukul 10.30 Wita yang juga memakan korban jiwa seorang wanita. 

Pengendara motor bernama Elsa, 20 tahun, dengan bernomor polisi KT 4178 IC juga menabrak truk bernomor KT 8917 MU yang tengah parkir di pinggir jalan. Sopir truk adalah Ronny Guruh Sanjaya, 46 tahun.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh penyidik Satlantas Polres Samarinda, dan pemeriksaan keterangan saksi-saksi, peristiwa itu naik ke tahap penyidikan.

”Karena kelalaian, kedua sopir yang bernama Nistan dan Ronny Guruh Sanjaya telah ditetapkan sebagai tersangka,” terang Kapolresta Samarinda Kombespol  Pol Ary Fadli dikutip Jumat (13/1/2023)

Dia mengatakan kalau proses penetapan tersangka dipastikan berdasarkan hasil olah TKP dan juga keterangan saksi mata dua kejadian naas tersebut.

”Jadi untuk apa truk itu berhenti sembarangan?, Apa itu parkir, ada pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” ujar Ary Fadli.

Kedua tersangka Nistan dan Ronny Guruh Sanjaya dijerat dengan pasal sedikit berbeda. Tersangka Nistan, dijerat Pasal 310 ayat 4 UU No 22/2009 tentang LLAJ atau pasal 359 KUHP tentang Kelalaian juncto pasal 121 ayat 1 UU No 22/2009 tentang LLAJ.

Sedangkan tersangka Ronny Guruh Sanjaya, ditetapkan dengan menggunakan pasal 310 ayat 4 UU No 22/2009 tentang LLAJ atau pasal 359 KUHP juncto 106 ayat 4 huruf e UU No 22 Tahun 2009. ”Ancaman 6 tahun penjara,” Ary Fadli menjelaskan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Creato Sonitehe Gulo menjelaskan terkait kecelakaan di Jalan Trikora, lokasi jalan meski lebar namun kondisi sepi.

”Itu daerah pinggiran, minim penerangan. Sopir itu parkir tidak ada isyarat apapun,” ujarnya.  
Sementara di lokasi kejadian Jalan Pangeran Suryanata, yang fatal adalah truk parkir setelah tikungan hingga berjarak sekitar 60 meter dengan kondisi tertutupi semak belukar.

”Itu menutupi jarak pandang dan parkir truk di daerah tikungan jalan itu sangat rawan kecelakaan. Iya, jadi kedua tersangka ini melakukan kelalaian,” tandas Creato Sonitehe Gulo juga. (tim redaksi)

#lakalantas
#polrestasamarinda
#kotasamarinda
#trukparkirsembarangan
#duatewas
#pengendaramotor

Tidak ada komentar