Breaking News

Demi Merawat Ibunya yang Depresi, Tiko Rela 12 Tahun Hidup tanpa Air dan Listrik

Petugas melakukan pembersihan rumah mewah milik Eny yang terbengkalai. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Jalan pengabdian yang tak mudah dilakukan Tiko. Pemuda itu rela merawat sang ibu yang mengalami depresi tinggal di rumah mewah yang terbengkalai tanpa air dan listrik di bilangan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Selama 12 tahun, Tiko merawat ibunya yang bernama Eny yang mengalami gangguan jiwa karena depresi usai ditinggalkan oleh ayahnya belasan tahun lalu. 

Noves, ketua RT 06/RW 02, Kelurahan Jatinegara, mengatakan kalau Tiko hanya tinggal berdua dengan ibunya bernama Eny tersebut. Keduanya hidup tanpa listrik dan air bersih selama bertahun-tahun.

Eny diduga mulai mengalami depresi setelah sang suami pergi ke luar kota belasan tahun silam dan hingga kini tak kembali lagi. 

"Kalau kami lihat (penyebab masalah kejiwaan Eny) mungkin faktor ekonomi karena suaminya pergi tak balik lagi dan pikiran. Menghidupi seorang anak seorang diri itu mengganggu mentalnya," ujar Noves, Kamis (5/1/2023).

Dia juga mengatakan kondisi perekonomian Eny mengalami keterbatasan setelah ditinggal pergi suaminya sehingga rumah mewah dua lantai yang dia tempat itu terbengkalai sejak tahun 2010 lalu.

Karena tidak mampu membayar, listrik di rumah itu pun diputus. Untuk bertahan hidup di rumah tanpa air dan listrik, Tiko dan Ibu menadah air hujan untuk keperluan mandi dan masak.

Karena keterbatasan ekonomi itu membuat Tiko harus putus sekolah sejak kelas satu SMP. Tiko harus meminta bantuan kepada warga sekitar untuk bekerja menjadi operator warung internet (warnet) untuk bertahan hidup.

Bahkan, Tiko pernah beberapa kali menjual perabotan yang ada di rumahnya demi memenuhi kebutuhan hidup bersama ibunya.

”Seiring berjalannya waktu, ketika saya jadi pengurus RT, saya tawarkan (Tiko) jadi (petugas) keamanan. Kasihan, daripada keliling menjual makanan, maka kami jadikan keamanan dan dapat gaji. Sampai saat ini," kata Noves juga.

Melihat kondisi rumah mewah terbengkalai milik Eny, Suku Dinas Sosial Jakarta Timur dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur (Gulkarmat Jaktim) mengambil tindakan.

Yakni, dengan membersihkan rumah mewah itu dan membawa Eny berobat ke Rumah Sakit Daerah (RSKD) Duren Sawit. ”Saat ini ibu Eny masih di rumah sakit. Tapi, informasinya kemungkinan akan rawat jalan di rumah," terang Noves juga.

Noves menambahkan seluruh biaya pengobatan Eny selama menjalani perawatan ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan yang sebelumnya dibuatkan pengurus RT 06.

Meski demikian, Noves mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari tim dokter RSKD Duren Sawit terkait kondisi psikis Eny.

Sebelumnya, viral di media sosial mengenai kehidupan Eny dan anaknya yang bernama Tiko karena tinggal di rumah mewah tanpa listrik dan air selama puluhan tahun.

Sementara itu, Gulkarmat Jakarta Timur juga telah membersihkan rumah mewah terbengkalai milik Eny.

Kasi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan kegiatan pembersihan itu dilakukan setelah ada permintaan dari salah satu kelompok relawan yang bersimpati dengan keadaan rumah Ibu Eny.

"Di dalam memang kondisinya debu sangat tebal. Rumahnya sudah tidak terawat atau tidak ditempati dalam waktu lama," terang Gatot yang mengaku mengerahkan 12 personel dan satu unit mobil pompa untuk pembersihan tersebut.

Kegiatan pembersihan rumah mewah berlantai dua yang terbengkalai itu juga melibatkan anggota petugas Penanganan Prasarana & Sarana Umum (PPSU) dan kelompok relawan.

"Pembersihan ini kita lakukan sampai tuntas. Artinya debu-debu sampai ubinnya itu kita kembalikan ke warna aslinya," ujar Gatot. Gatot juga mengatakan pihaknya juga membersihkan tanaman liar yang menutupi pekarangan rumah mewah tersebut. (tim redaksi)


#kisahrumahmewah
#rumahterbengkalai
#kisahhidupeny
#tiko
#rumahcakung
#hiduptanpaair
#hiduptanpalistrik

Tidak ada komentar