Breaking News

Dapat Pengaduan dari Korban Tragedi Kanjuruhan, Moeldoko Bakal Panggil Kejagung dan Polri

Kepala KSP Moeldoko saat menerima keluarga korban, suporter Aremania dan kuasa hukumnya, Kamis (5/1/2023). Foto: Biro Pers Kepresidenan

WELFARE.id-Aksi mencari keadilan terus dilakukan para keluarga korban dan suporter Aremania atas tragedi Kanjuruhan. Sejumlah aksi mereka lakukan guna meminta pertanggungjawaban orang-orang yang bersalah dalam tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur tersebut.  

Terbaru, mereka mendatangi kantor Staf Kepresidenan guna menyuarakan pencarian keadilan, Kamis (5/1/2023). Kedatangan keluarga korban dan suporter Aremania bersama kuasa hukumnya itu diterima 
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Dalam pertemuan itu, Moeldoko memastikan akan segera mengundang pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri dalam rapat koordinasi terkait kelanjutan proses peradilan tragedi kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada 1 Oktober 2022 tersebut.

Saat ditemui Moeldoko secara langsung, keluarga korban meminta agar proses penanganan hukum tragedi yang menewaskan 135 orang ini dilaksanakan secara transparan dan berkeadilan.

”Saya pastikan KSP akan adakan pertemuan dengan pihak kepolisian dan Kejaksaan Agung terkait penanganan Kasus Kanjuruhan. Saya sendiri yang akan memimpin rapatnya nanti," terang Moeldoko dalam siaran persnya, Kamis (5/1/2023).

Dia juga mengapresiasi kedatangan keluarga korban dan tokoh Aremania ke KSP untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait kasus tersebut. 

Moeldoko juga menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen pada proses penegakan hukum yang adil dan berpihak pada korban.

”Saya bersimpati dan prihatin terhadap tragedi Kanjuruhan. Saya pun berterima kasih atas kehadiran teman-teman yang memberi masukan kepada saya, sehingga KSP akan berupaya untuk mencari jalan-jalan yang mendukung perjuangan korban dan keluarga korban dalam mendapatkan keadilan,” cetus Moeldoko.

Sedangkan Tim Kuasa Hukum Aremania FC Djoko Tritjahjana mengatakan pihaknya menemui Moeldoko karena upaya korban dan keluarga untuk meminta keadilan ke berbagai pihak menemui jalan buntu.

Karena itu, dia berharap dukungan dari KSP agar laporan yang diajukannya oleh pihaknya ke pihak keplisian bisa naik ke penyidikan.

”Laporan yang kami buat yang kami ajukan yaitu laporan model B dan tentunya sampai sekarang laporan tersebut sudah berjalan 2 bulan tapi dalam proses masih dalam proses penyelidikan. Ini harapan kami segera masuk ke penyidikan dan dapat diproses," ujarnya kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/1/2023).

Sedangkan Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Antonius PS Wibowo berharap agar proses hukum ini memastikan restitusi atau ganti kerugian yang diberikan kepada para korban. 

Dia mengatakan restitusi ini dapat sedikit memberi keadilan bagi korban dan keluarganya yang tewas dalam tragedi olahraga tersebut. 

"Meskipun kematian tidak dapat diganti oleh rupiah, tapi setidaknya restitusi dari negara itu bisa sedikit memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarganya,” terangnya. (tim redaksi)


#kantorstafkepresidenan
#ksp
#moeldoko
#tragedikanjuruhan
#stadionkanjuruhan
#kabupatenmalang
#jawatimur
#kejaksaanagung
#polri

Tidak ada komentar