Breaking News

Cuaca Ekstrem Picu Kelangkaan Stok Ikan Laut, Pedagang Terpaksa Jual hingga Rp90 Ribu Per Kilogram

Pasar ikan. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Cuaca ekstrem belakangan ini rupanya mengerek harga ikan laut di pasaran. Harga naik disebabkan sulitnya mendapatkan stok ikan hanya dari satu wilayah saja.

Beberapa pedagang terpaksa harus mengambil ikan dari luar pulau, supaya harga jual masih bisa kompetitif. Harga ikan laut di pasar tradisional Ciledug, Kota Tangerang, Banten, misalnya, mengalami kenaikan cukup signifikan imbas cuaca ekstrem.

"Harganya naik terus. Kenaikan mulai sehabis tahun baru kemarin," ujar Rahmani, pedagang ikan di pasar tradisional Ciledug, Kota Tangerang, Selasa (10/1/2023). Ia menjelaskan, hampir semua jenis ikan laut di pasar tradisional Ciledug Tangerang mengalami kenaikan mulai dari kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram (kg). 

"Ikan cumi biasanya yang gede harganya Rp80.000 sekarang sampai Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram," sebutnya. Selain cumi, lanjutnya, harga udang dari sebelumnya Rp90.000 kini menjadi Rp100.000 per kilogram. 

Kemudian, ikan kembung banjar dari Rp40.000, kini menjadi Rp50.000 per kilogram. "Ikan krismon sendiri dulu biasanya Rp20.000, sekarang jualnya bisa Rp30.000," rincinya lagi.

Kemudian, ikan tongkol dari sebelumnya harga Rp35.000 kini menjadi Rp40.000 per kilogram. Termasuk ikan bawal laut dari sebelumnya Rp65.000, kini menjadi Rp70.000 per kilogram.

"Ini kenaikan akibat faktor cuaca ekstrem dan angin kencang. Nelayan jadi pada enggak melaut," prediksinya .

Kenaikan harga ikan laut juga terjadi di Pasar Panji, Banyuwangi, Jawa Timur. Harga ikan yang semula Rp25 ribu melonjak naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Umar Kacung, salah satu pedagang di Pasar Panji mengatakan, harga ikan laut yang dijual di pasar mulai meroket. Penyebabnya, dalam beberapa hari ini nelayan di Kabupaten Situbondo tidak bisa melaut akibat ombak besar dan cuaca ekstrem.

”Sekarang ikan mangla saja Rp40 ribu, biasanya cuma Rp25 ribu. Untuk ikan merahan naik menjadi Rp40 ribu dari harga sebelumnya Rp30 ribu. Pokoknya semua jenis ikan laut naik,” terangnya.

Bahkan, agar bisa terus berjualan, stok ikan yang dijualnya saat ini harus didatangkan dari luar kota. Dia harus mendatangkan ikan dari Kalimantan. 

Tetapi pengambilannya bukan di Kabupaten Situbondo, melainkan harus mengambilnya ke Banyuwangi. Pun demikian situasi pasar ikan di Pasar Baru, Kelurahan Karema, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. 

Pasokan ikan laut di pasar ini mulai menipis lantaran nelayan di wilayah tersebut tidak dapat melaut akibat cuaca buruk. Pasokan yang langka membuat hampir semua jenis ikan mengalami kenaikan harga mencapai 30%.

Seperti harga ikan cakalang atau tuna yang harga sebelumnya hanya berkisaran Rp25.000 per kilogram, sekarang naik menjadi Rp40.000 per kilogramnya. Untuk memenuhi permintaan masyarakat, para pedagang di pasar ini terpaksa memesan ikan dari luar daerah, seperti di Kota Palu Sulawesi Tengah, Kabupaten Mamuju Tengah, dan Kabupaten Majene.

Banyaknya permintaan ikan membuat para pedagang terpaksa harus antre hingga berminggu-minggu agar bisa mendapatkan ikan dari nelayan luar daerah. Bahkan sejumlah lapak pedagang ikan di pasar ini terpaksa ditutup lantaran sulit mendapat ikan dari nelayan.

Di pasar ikan Kedonganan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali harga ikan laut naik di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Salah seorang pedagang di pasar ikan Kedonganan, Tilam Siput mengatakan, kenaikan harga ikan ini terjadi dalam sepuluh hari belakangan seiring cuaca ekstrem di Bali sejak 23 Desember 2022 lalu.

"Kenaikan harga berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Ini ikan kakap ya Rp85.000 sebelumnya Rp70.000 per kilogram," urai Tilam. (tim redaksi)

#cuacaekstrem
#nelayan
#hargaikanlautnaik
#kenaikanhargaikanlaut
#pasarikan
#stokikanmenipis

Tidak ada komentar