Breaking News

Chaos! Brasil Umumkan Darurat Ibu Kota

Kerusuhan di Brasil. Foto: Istimewa/ The Guardian

WELFARE.id-Istana presiden Brasil digeruduk massa. Situasi chaos tak terhindarkan! Massa diketahui berasal dari pendukung mantan presiden sayap kanan, yang kalah dalam pemilihan umum, Jair Bolsonaro. Bukan hanya menduduki Istana Presiden, mereka juga menyerbu kongres dan Mahkamah Agung.

Presiden saat ini, yang berasal dari sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, segera mengumumkan darurat dengan intervensi keamanan federal di ibu kota Brasilia. Langkah itu ditetapkan hingga 31 Januari.

Dalam konferensi pers, ia menyalahkan Bolsonaro. Ia pun mengeluh tentang kurangnya keamanan di ibu kota, seraya mengatakan pihak berwenang telah membiarkan kelompok "fasis" dan "fanatik" membuat kekacauan.

"Para pengacau ini, yang bisa kita sebut nazi fanatik, stalinis fanatik ... fasis fanatik. Mereka melakukan apa yang belum pernah dilakukan dalam sejarah negara ini," kata Lula, melansir Reuters, Senin (9/1/2023).

"Mereka akan dihukum," tegasnya. Bolsonaro sendiri tidak berkomentar. 

Bolsonaro diketahui tengah berada di Miami, Florida, Amerika Serikat (AS). "Pembunuh genosida ini ... mendorong ini melalui media sosial dari Miami. Semua orang tahu ada berbagai pidato mantan presiden yang mendorong ini," kata Lula lagi merujuk pada Bolsonaro.

Sementara itu, video yang dibagikan polisi menunjukkan bagaimana penjarahan terjadi di bu kota. Jendela-jendela gedung dipecahkan pendukung Bolsonaro sementara polisi berkuda dijatuhkan dengan tongkat.

Gubernur Brasilia Ibaneis Rocha menulis di Twitter bahwa ia telah memecat pejabat tinggi keamanannya, Anderson Torres, yang sebelumnya menjabat menteri kehakiman Bolsonaro. Kantor jaksa agung mengatakan telah mengajukan permintaan untuk penangkapan Torres.

Melansir situs web UOL, Torres mengaku sedang bersama keluarganya sedang berlibur di AS dan belum bertemu dengan Bolsonaro. Bolsonaro sendiri kerap disamakan dengan Donald Trump, selain mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

Sebelumnya, ratusan pendukung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro menerobos barikade polisi dan menyerbu gedung kongres istana kepresidenan dan Mahkamah Agung. Mereka memprotes terhadap pelantikan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva pada minggu lalu.

Lautan pengunjuk rasa yang mengenakan bendera hijau dan kuning membanjiri kursi kekuasaan di Brasilia, menyerbu ke gedung kongres dan memanjat atap gedung ikonik itu untuk membentangkan spanduk dengan seruan kepada militer Brasil bertuliskan 'Intervensi'. 

Satu video menunjukkan kerumunan di luar menarik seorang polisi dari kudanya dan memukulinya hingga jatuh. 

Gambar-gambar yang mengejutkan itu mengingatkan pada invasi gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 oleh para pendukung presiden Donald Trump, sekutu Bolsonaro. 

Polisi yang telah memasang penjagaan keamanan di sekitar Lapangan Tiga Kekuatan Brasilia, rumah bagi gedung-gedung modernis klasik Kongres Nasional, Istana Planalto, dan Mahkamah Agung, menembakkan gas air mata untuk membubarkan para perusuh, namun sia-sia.

Saah satu pengunjuk rasa, Sarah Lima mengatakan, mereka menuntut peninjauan atas kemenangan pemilihan putaran kedua 30 Oktober, Lula atas Bolsonaro. Lula diketahui menang tipis dengan skor 50,9 persen berbanding 49,1 persen dalam pemilihan Presiden Brasil. 

Bolsonaro yang berangkat ke negara bagian Florida AS pada hari kedua hingga terakhir masa jabatannya, mengaku sebagai korban konspirasi terhadapnya oleh otoritas pemilu Brasil. 

"Kita perlu membangun kembali ketertiban setelah pemilihan yang curang ini," kata Lima, seorang insinyur produksi berusia 27 tahun yang mengenakan kaus kuning tim sepak bola nasional Brasil -- simbol yang diklaim pendukung Bolsonaro sebagai milik mereka -- dan memprotesnya.

"Saya di sini untuk sejarah, untuk anak perempuan saya," tambahnya. Sedangkan Menteri Kehakiman dan Keamanan Publik yang baru diangkat Flavio Dino menyebut invasi itu sebagai upaya absurd untuk memaksakan kehendak (para pengunjuk rasa) dengan paksa.

"Itu tidak akan menang," tulisnya di Twitter. Ia menyebut, pemerintah distrik federal (Brasilia) mengirimkan bala bantuan dan pasukan di lapangan sedang bertindak saat ini. (tim redaksi)

#rusuhdibrasil
#chaosdibrasil
#massapendukungbolsonaro
#tolakpresidenluladasilva
#istanapresidenbrasildiserbumassa
#daruratibukotabrasil

Tidak ada komentar