Breaking News

Buntut Kerusuhan di Brasil, Gubernur Brasilia Dicopot dari Jabatannya

Istana presiden brasil diduduki massa pendukung Jair Bolsonaro, Minggu (8/1/2023). Foto: AP Photo/ Eraldo Peres

WELFARE.id-Otoritas Brasil menahan sekitar 1.500 orang menyusul kerusuhan yang dipicu oleh tindakan para pendukung mantan Presiden Jair Bolsonar. Mereka menyerbu kongres dan mahkamah agung, serta mengepung istana kepresidenan. 

Kerusuhan itu terjadi sepekan setelah pelantikan Presiden Lula da Silva. Presiden Lula Da Silva, ketua kongres, dan mahkamah agung mengutuk "aksi teroris dan vandalisme" tersebut dan bersumpah akan menghukum para pelakunya.

Salah satu pejabat yang terkena imbas dicopot dari jabatannya usai kerusuhan itu, adalah Gubernur Distrik Federal Brasilia Brasil Ibaneis Rocha.

Pencopotan Rocha itu diputuskan oleh Mahkamah Agung Brasil. Melansir Reuters, Selasa (10/1/2023) melaporkan Hakim Mahkamah Agung Brasil, Alexandre de Moraes, memutuskan mencopot Rocha dari jabatannya selama 90 hari ke depan lantaran tak becus mengamankan ibu kota.

Moraes juga memutuskan kamp-kamp di luar pangkalan militer yang didirikan pendukung Bolsonaro mesti dicabut dalam waktu 24 jam. Jalanan dan bangunan di sekitar lokasi juga harus dibuka kembali.

Lebih dari itu, Moraes memerintahkan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan TikTok untuk memblokir akun pengguna yang menyebarkan propaganda anti-demokrasi.

Unjuk rasa itu dipicu penolakan hasil pemilihan presiden pada 30 Oktober lalu. Pesaing Bolsonaro, Luiz Inacio Lula da Silva, menang tipis dari dia.

Bolsonaro pun menaruh curiga dari hasil pilpres tersebut. Para pendukung garis kerasnya pun ikut mempertanyakan hasil pemilu.

Di tengah kerusuhan itu, Lula meneken dekrit intervensi federal di Brasilia. Dekrit ini memberi kekuasaan khusus pada pemerintah untuk memulihkan hukum dan ketertiban di ibu kota.

"Para fanatik fasis melakukan yang tak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah negara ini. Kami akan memburu para vandal tersebut, dan mereka akan dijatuhi hukuman setimpal," ucap Lula, seperti dikutip AFP.

Bolsonaro pun telah buka suara menanggapi protes pendukungnya. Ia mengecam demonstrasi yang dilakukan loyalisnya tersebut dan mengatakan "demonstrasi yang damai dan menghormati hukum merupakan bagian dari demokrasi" yang tepat.

"Sepanjang mandat saya, saya selalu bertindak sesuai dengan konstitusi, menghormati dan membela hukum, demokrasi, transparansi dan kebebasan suci kita," klaim Bolsonaro. (tim redaksi)

#kerusuhanbrasil
#istanapresidenbrasildikepung
#daruratibukotabrasil
#presidenbrasil
#luladasilva
#mantanpresidenbrasiljairbolsonaro
#massapendukungbalsonaro

Tidak ada komentar