Breaking News

Buka Isolasi Enam Desa, Jembatan Korek-Pasak Senilai Rp34 Miliar di Kalbar Diresmikan

Jembatan Korek-Pasak di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, yang diresmikan Minggu (8/1/2023). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Pembangunan infrastruktur di wilayah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) terus digalakkan. Terutama proyek pembangunan jalan dan jembatan untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lain untuk membuka keterisoliran penduduk. 

Terbaru, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meresmikan Jembatan Korek-Pasak di Desa Korek, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, yang menghubungkan enam desa di kecamatan tersebut. Jembatan itu dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp34,2 miliar.

"Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat di enam desa di wilayah ini boleh dibilang terisolir dari wilayah lainnya. Untuk beraktivitas warga harus antre menyeberangi Sungai Ambawang dengan waktu 20-30 menit menggunakan sampan," kata Sutarmidji di Sungai Ambawang, Minggu (8/1/2023).

Melihat kondisi tersebut, dia mengaku mengambil langkah untuk membangun infrastruktur berupa jembatan beton untuk memudahkan akses bagi masyarakat di sekitar wilayah tersebut. Pembangunan jembatan ini dimulai sejak tahun 2019 hingga 2022 lalu. 

"Enam desa ini terisolir padahal desa ini cukup luas wilayahnya dan saya lihat potensinya sangat bagus, kemudian pesantren banyak sekali di sini sehingga mobilitas masyarakat cukup tinggi. Dengan adanya jembatan ini, semoga warga sekitar bisa merasakan kemudahan infrastruktur untuk mobilitas mereka," tuturnya.

Sutarmidji juga menjelaskan, pembangunan jembatan yang memakan biaya Rp34,2 miliar ini menurutnya bisa membantu penambahan Penghasilan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dengan meningkatkan harga tanah yang dimiliki warga.

Meningkatnya harga tanah juga menambah biaya BPHTB dan pajak lainnya jika terjadi proses jual beli, sehingga pemerintah kabupaten dapat memperoleh implikasi dari kenaikan harga dari tanah di wilayah tersebut.

"Bayangkan jika enam desa terbuka dari terisolirnya, harga tanah yang dimiliki warga jadi naik luar biasa. Kemudian Pemkab Kubu Raya dapat BPHTB. Dengan investasi Rp34 miliar lebih ini akan kembali ketika masyarakat menjual belikan tanahnya itu bayar BPHTB dan PAD-nya meningkat," paparnya juga.

Dirinya juga menceritakan saat ia berkunjung melihat jembatan yang saat itu belum dibangun dan memiliki lebar jalan sekitar tak lebih dari 30 centimeter (cm) yang sering dilalui masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalbar Iskandar Zulkarnain mengatakan enam desa yang terhubung dengan adanya Jembatan Korek itu di antaranya Desa Korek, Desa Simpang Kanan, Desa Pugung, Desa Bengkarek, Desa Pasak dan Desa Pasak Piang.

"Sebelum adanya Jembatan Korek, masyarakat di enam desa tersebut melakukan interaksi sosial ekonomi menggunakan sarana transportasi air yaitu motor air biasa disebut dengan motor klotok dan sampan bermesin," terangnya. 

Pembangunan jembatan beton itu, kata Iskandar juga, menelan anggaran Rp34 miliar lebih menggunakan dana secara bertahap (multiyears) dengan menggunakan APBD Provinsi Kalbar. 

Tahap pertama, kata Iskandar, pembangunan dilaksanakan pada tahun 2019 dengan nilai anggaran sebesar Rp10.26 miliar. Dihadapkan dengan Pandemi Covid-19, tahap keduanya baru dapat dilaksanakan pada tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp22,049 miliar dan di tahun terakhir Rp 1,9 miliar. 

Dia juga menambahkan, konstruksi Jembatan Korek-Pasak ini memiliki panjang sekitar 285 meter dengan lebar efektif 6 meter.

Secara fungsional, kata Iskandar, jembatan tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitarnya. Manfaat jembatan tersebut sangat dirasakan oleh masyarakat sekitar terlebih di saat merayakan hari raya. (tim redaksi)

#kalimantanbarat
#provinsikalbar
#pembangunanjembatan
#jembatankorek-pasak
#bukaisolasiwarga
#kabupatenkuburaya
#pemkabkuburaya

Tidak ada komentar