Breaking News

Awal Tahun 2023, Sejumlah Daerah Ini Sudah Kembali Rasakan Gempa

Jalanan retak akibat gempa bumi. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Memasuki tahun baru 2023, sejumlah daerah diguncang gempa dengan kekuatan bervariasi. Gempa berkekuatan 2,9 scala richter (SR) sempat kembali dirasakan warga Cianjur, Jawa Barat, Minggu (1/1/2023).

Warga pun kembali dilanda kepanikan, akibat trauma gempa sebelumnya. Warga berhamburan keluar rumah.

Lina, 40 tahun, warga Cianjur, mengaku langsung berlarian keluar, saat merasakan guncangan di dalam rumahnya. "Kita masih trauma ya, jadi kalau merasakan guncangan sedikit langsung lari dulu menyelamatkan diri. Takut gempanya besar seperti kemarin," ujarnya, dikutip Senin (2/1/2023).

Gempa selanjutnya bermagnitudo 3,3 juga mengguncang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (1/1/2023) malam. Gempa juga dirasakan warga di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, dengan magnitudo 3,8. 

Gempa terjadi pada pukul 22.55 WIB dengan lokasi 2,07 Lintang Utara dan 98,91 Bujur Timur, Minggu (1/1/2023). Gempa diketahui berpusat 8 km barat laut Tapanuli Utara dengan kedalaman 5 km.

Gempa ketiga terjadi di Buol, Sulawesi Tengah, dengan magnitudo 3,4 pada Senin (2/1/2023). Gempa terjadi pada pukul 00.17 WIB dengan lokasi 0,99 Lintang Utara dan 121,72 Bujur Timur.

Gempa berpusat di 40 km timur laut Buol dengan kedalaman 15 km. Gempa berikutnya, dengan magnitudo 5,5 mengguncang Keerom, Papua, pada pukul 01.24. 

Gempa berlokasi di 2,58 Lintang Selatan dan 140,67 120,96 Bujur Timur. Berpusat di 85 km barat laut Keerom dengan kedalaman 10 km, Senin (2/1/2023).

Daruba, Maluku Utara sempat dilanda dua kali gempa dalam waktu yang berdekatan. Gempa pertama bermagnitudo 3,5 pada pukul 01.51 WIB, Senin (2/1/2023).

Gempa berpusat di 132 km barat laut Daruba dengan kedalaman 10 km. Sedangkan gempa kedua terjadi pada pukul 02.03 WIB dengan magnitudo 3,6. 

Gempa berpusat 20 km timur laut dari Daruba dengan kedalaman 154 km. Kemudian, Keerom kembali diguncang gempa dengan magnitudo 3,0 pada pukul 02.06 WIB.

Gempa tersebut berpusat 95 km barat laut Keerom dengan kedalaman 10 km. Dengan selisih waktu dua menit, terjadi dua gempa di dua daerah berbeda.

Pertama, terjadi di Seram bagian timur, Maluku, yang terjadi pada pukul 02.34 WIB dengan magnitudo 3,9, lalu diikuti gempa bermagnitudo 2,8 di Bone Bolango, Gorontalo, pada pukul 02.36.

Sedangkan Tapanuli Utara kembali diguncang gempa sebanyak tiga kali dalam kurun waktu berdekatan. Guncangan pertama terjadi pada pukul 02.40 dengan magnitudo 2,7. 

Gempa ini terjadi 13 km barat Laut Tapanuli dengan kedalaman 10 km. Enam menit kemudian, terjadi gempa dengan magnitudo 3,1 di 8 km barat laut Tapanuli dengan kedalaman yang sama.

Kemudian, gempa kembali mengguncang dengan magnitudo 3,3 pada pukul 03.14. Gempa berada di 8 km barat laut Tapanuli juga dengan kedalaman 10 km

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono melalui akun Twitternya, Minggu (1/1/2023) juga mengatakan, bahwa sepanjang 2022, Indonesia mengalami 10 ribu lebih aktivitas gempa. Dari jumlah itu, tercatat ada 22 kali gempa yang sifatnya merusak.

"Total ada 10.792 kali aktivitas gempa di Indonesia pada 2022. Di antara jumlah itu, ada 807 kali gempa yang dirasakan serta 22 kali gempa yang merusak," tulisnya.

Ia juga menambahkan, selama tahun 2022, 'deadly earthquake' atau gempa mematikan terjadi 2 kali, yaitu gempa Pasaman Barat M 6,3 menyebabkan 25 orang meninggal dan gempa Cianjur M 5,6 menyebabkan 334 orang meninggal. Ia juga membenarkan, jumlah aktivitas gempa di Indonesia berada di atas rata-rata. 

Daryono turut memberikan pesan ke publik untuk tetap waspada apabila terjadi gempa di wilayahnya meskipun skalanya kecil. "Waspadai gempa kecil yang merusak seperti gempa Gempa Ketapang Kalbar M 4,9 dan Gempa Karangasem-Gianyar M 4,6," imbaunya.

Ia juga meminta warga agar mewaspadai daerah dengan kluster seismisitas aktif gempa namun belum terpetakan jalur sesarnya. "Masyarakat kita wajib mengenal sejarah gempa di daerah masing-masing, karena gempa kuat akan mengalami perulangan (return period) dalam periodesitas tertentu," imbuhnya. (tim redaksi)

#gempabumi
#aktivitasgempa
#gempaselama2022
#gempadiawal2023
#BMKG
#gempamematikan
#gempakecil

Tidak ada komentar