Breaking News

Ajak Warga Cintai Produk Dalam Negeri, Disperindag Lebak: Ayo Beli Produk Lokal!

Gula aren produksi warga badui Lebak yang tembus pasar mancanegara. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Ajakan cinta produk lokal dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak. Caranya  dengan membeli hasil kerajinan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM).

"Kita minta warga membeli produk-produk IKM dan UMKM dibandingkan produk impor," terang Kepala Disperindag Kabupaten Lebak Orok Sukmana, Senin (9/1/2023).

Dengan membeli produk dalam negeri secara langsung, maka masyarakat membantu IKM dan UMKM sehingga mampu menggulirkan pertumbuhan ekonomi daerah dan menyerap lapangan pekerjaan baru.

Menurutnya juga di Kabupaten Lebak terdapat sebanyak 16 ribu IKM dan 56 ribu UMKM dengan dengan perguliran ekonomi sekitar puluhan miliar rupiah per bulan. Produk lokal Lebak, lanjutnya, memiliki kualitas dan tidak kalah dengan produk luar negeri maupun pabrikan.

Bahkan, katanya juga, pemerintah daerah mengapresiasi beberapa komoditi produk gula aren dan kerajinan bambu yang telah mampu menembus pasar Eropa dan Asia.

Orok Rukmana juga mengatakan Pemkab Lebak juga kini mendorong percepatan agar semua produk IKM dan UMKM lokal wajib masuk e-Katalog Layanannya Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) agar bisa membantu para pelaku usaha tersebut. Dengan masuk LPSE selain terkoneksi dengan digitalisasi dan produk lokal itu bisa dipasarkan melalui lokapasar.

"Kita ke depan semua pengadaan barang dan jasa itu harus produk dalam negeri melalui e-Katalog LPSE itu. Kita hanya boleh membeli produk impor dengan catatan sudah tidak ada produk dalam negeri," katanya juga.

Menurutnya lagi, selama ini Pemkab Lebak berkomitmen untuk peningkatan mutu dan kualitas produk IKM dan UMKM sehingga bisa bersaing di pasar, diantaranya dengan program pelatihan produksi aneka makanan dan kerajinan batik, dan mendatangkan instruktur dari luar daerah

Selain itu ada pelatihan pengemasan dan pemasaran produk, serta kemudahan izin dan sertifikasi halal. "Kami tahun ini memberikan bantuan sertifikasi halal untuk pelaku IKM sebanyak 250 unit usaha," kata Orok juga.

Sementara itu Rudi, seorang pelaku IKM warga Cibadak, Kabupaten Lebak, mengaku kini produk furniturnya sudah terdaftar dalam e-katalog LPSE.

Menurutnya, hal itu cukup membantu untuk mengikuti pelelangan pengadaan barang dan jasa. Tahun lalu produknya dipesan oleh pemda untuk pengadaan di sejumlah sekolah dengan nilai  Rp250 juta. (tim redaksi). 

#umkm
#produklokal
#produkdalamnegeri
#kabupatenlebak
#provinsibanten
#lpse
#tembuspasarmancanegara

Tidak ada komentar